Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sedikit awan, 25.5 ° C

Sembilan Jenazah Dievakuasi, Tinggal Dua Korban Longsor Sukabumi Belum Ditemukan

Ahmad Rayadie
PETUGAS SAR gabungan mengangkat jenazah korban longsor yang tertimbun material tanah di Desa Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 5 Januari 2019. Pada hari ke-6 pencarian, petugas SAR gabungan berhasil menemukan enam jenazah korban longsor.*/ANTARA
PETUGAS SAR gabungan mengangkat jenazah korban longsor yang tertimbun material tanah di Desa Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 5 Januari 2019. Pada hari ke-6 pencarian, petugas SAR gabungan berhasil menemukan enam jenazah korban longsor.*/ANTARA

PALABUHANRATU, (PR).- Sebanyak total sembilan jenazah ditemukan pada Sabtu, 5 Januari 2019, sehari jelang berakhirnya masa tanggap darurat bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

korban yang ditemukan tersebut jaraknya berdekatan yang berada di sektor IV, V, dan VI. Satu korban ditemukan pada shift pagi dan delapan korban pada shift siang. Dengan penemuan tersebut, korban yang masih tertimbun dan belum ditemukan tersisa dua korban lagi.

Proses pencarian akan  dilanjutkan hingga diakhir masa tanggap darurat akan berakhir, Minggu, 6 Januari 2019. Sisa waktu tanggap darurat akan dipergunakan sebaik-baiknya untuk proses penyisiran di enam sektor pencarian.

"Sebagian besar korban ditemukan di tiga sektor berbeda. Sektor yang sebelumnya dicuriga jasad korban berada.  Kesembilan jasad korban bencana tanah longsor Cimapag kini telah di indentifikasi petugas medis DVI Polda Jabar.  Seluruh korban akan diserahkan kepada tiap-tiap anggota keluarganya untuk segera dimakamkan," kata Komandan Resort Militer 061, Suryakancana, Kolonel Inf. M. Hasan.

Kendati lokasi kebaradaan korban sangat sulit dievakuasi, kata M. Hasan, tapi seluruh relawan dan personil gabungan berhasil mengevakuasi korban dengan menggunakan peralatan pendukung. Termasuk ditambah alat berat pendukung pencarian sehingga alat berat yang diturunkan mencapai empat unit. Penambahan 1 alat berat ( Beko ) dari Dinas Binamarga Kab Sukabumi  dapat segera mengevakuasi seluruh korban.

"Kami mengoptimalkan pencarian seluruh korban secara maksimal. Mudah-mudaham seluruh korban dapat temukan," katanya.

PETUGAS Kesehatan menyuntikkan obat Tetanus kepada anggota tim evakuasi di pos kesehatan penanggulangan bencana longsor di Dusun Cimapag, Desa Sinarresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Sabtu, 5 Januari 2019. Tim gabungan evakuasi beserta relawan mendapatkan suntikan tetanus untuk mencegah penularan penyakit dari korban  bencana longsor.*/ADE MAMAD/PR

Vaksin

Sementara itu, seluruh relawan dan tim gabungan terpadu bencana tanah longsor Cimapag mendapatkan vaksin tetanus. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan berbagai penyakit saat proses evakuasi. 

Selain vaksin, posko darurat bencana juga membagi-bagikan sarung tangan plastik dan masker.

Memasuki hari keenam proses evakuasi bencana tanah longsor, jasad korban diperkirakan telah dalam kondisi rusak. Selain itu juga menyebarkan bau, sehingga berpotensi menyebar berbagai penyakit.

Para relawan dan juga tim evakuasi juga diimbau untuk segera mendatangi posko kesehatan jika kedapatan sakit.

"Jika ada yang sakit, segera berobat ke posko kesehatan. Kami berharap proses evakuasi pencarian kemanusian korban bencana  tidak ada kendala. Di hari keenam bila bersentuhan dengan korban gunakan sarung tangan dan masker. Kami tidak berharap ada efeknya berdampak pada penolong saat akan melakukan evakuasi," kata Perwira Teritorial (Pasiter) Makodim  Sukabumi 0622, Kapten Inf, Budi HP.

Selain itu, Budi mengimbau agar warga menjauh dari lokasi bencana tanah longsor, karena dapat mengganggu  petugas yang tengah melakukan proses evakuasi korban.

"Kami  tekankan kepada masyarakat jangan berada dekat diareal lokasi bencana. Karena dapat  mengganggu tim evakuasi. Selain itu, evakuasi dilakukan secara bergantian, agar lebih tertib dan terkontrol," katanya.***

Bagikan: