Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Sebagian cerah, 20.8 ° C

Meningkat, Jumlah Kunjungan ke Pangandaran Capai 4,2 Juta Orang

Agus Kusnadi
JUMLAH pengunjung ke obyek wisata Pangandaran pada tahun 2018 meningkat dari tahun sebelumnya hingga mencapai 4,2 juta orang.*/AGUS KUSNADI/KP
JUMLAH pengunjung ke obyek wisata Pangandaran pada tahun 2018 meningkat dari tahun sebelumnya hingga mencapai 4,2 juta orang.*/AGUS KUSNADI/KP

PANGANDARAN,(PR).- Pemerintah Kabupaten Pangandaran menggelar rapat evaluasi libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Sekda Kabupaten Pangandaran Mahmud, menjelaskan rapat bersama para kepala SKPD di aula Sekretariat Daerah di Parigi pada Jumat 4 Januari 2019 itu mengevaluasi sejumlah hal.

Salah satunya adalah evaluasi mengenai tingkat kehadiran para pejabat, yang melakukan pemantauan ke tiap objek wisata di Pangandaran. “Termasuk keberadaan petugas perhubungan dan Satpol PP yang minim di lapangan. Katanya sih mereka mengaku takut juga gara-gara adanya kabar tentang bencana tsunami dan imbauan BMKG terkait cuaca ekstrem," kata Mahmud, Sabtu 5 Januari 2019.

Sedangkan untuk jumlah kunjungan ke objek wisata di Pangandaran, menurut Mahmud, telah terjadi peningkatan. Peningkatan ini, jelas dia, kalau dilihat dalam waktu satu tahun, atau bila dibandingkan dengan 2017 sebelumnya.

Berdasarkan hasil laporan, Mahmud menilai untuk jumlah pengunjung meningkat sekitar 1 juta lebih jika dibandingkan dengan 2017 yang hanya 2,9 juta orang. Meskipun pada masa libur Natal dan Tahun Baru kemarin, tingkat kunjungan ke objek wisata menurun drastis.

"Karena jumlah pengunjung tahun 2018. Kemarin secara keseluruhan naik hingga 4,2 juta orang pengunjung," ucap Mahmud.

KA Pangandaran

Peluncuran kereta api (KA) Pangandaran jurusan Banjar-Bandung-Jakarta, juga menjadi sorotan rapat. Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, keberadaan KA ini bisa mengobati adanya penurunan jumlah kunjungan ke objek wisata di Pangandaran yang terjadi pada liburan Natal dan Tahun Baru kemarin.

ILUSTRASI kereta api (KA). Meski baru namanya saja KA Pangandaran relasi Banjar-Bandung-Jakarta, Bupati Jeje berharap bisa ikut mempromosikan pariwisata di Pangandaran..*/AGUS KUSNADI/KP

"Walaupun keretanya baru nyampe Banjar, belum nyampe ke Pangandaran, tapi dengan nama KA Pangandaran dan latar belakang bergambar wisata di Pangandaran, berharap bisa ikut mempromosikan pariwisata Pangandaran. Ya numpang nama aja dulu," kata Jeje.

Menurut Jeje, rute yang dimiliki KA Pangandaran merupakan suatu langkah terbaik dalam mendongkrak pariwisata di Kab Pangandaran. "Hanya dengan nama KA Pangandaran relasi Banjar-Jakarta berharap meningkatkan pariwisata di Pangandaran," ujar dia.

Jeje juga mengatakan, paska diluncurkannya KA Pangandaran relasi Banjar-Bandung-Jakarta, upaya selanjutnya untuk memudah alat transportasi dari stasiun Banjar ke Pangandaran bisa dilakukan dengan kendaraan bus khusus yang tentunya tidak terlepas peran pihak swasta.

Jeje juga berharap kepada pihak PT KAI, agar reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran bisa cepat dilakukan agar pariwisata yang mendunia bisa cepat terwujud.

"Kita sudah punya Bandara Nusawiru lalu angkutan daratnya, belum lagi nanti pelabuhan nasional di Bojongsalawe, ditambah lagi nanti ada kereta api juga yang bisa memudahkan pengunjung datang ke Pangandaran," ucap Jeje.***

Bagikan: