Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Ratusan Rumah di Cirebon Rusak Diterjang Puting Beliung

Fani Ferdiansyah
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei memberikan pemaparan mengenai Evaluasi Penanggulangan Bencana 2018 dan Tantangan 2019, di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (19/12/2018). BNPB mencatat hingga 14 Desember 2018 telah terjadi 2.426 bencana yang didominasi bencana banjir, longsor, puting beliung dan BNPB memprediksi pada tahun 2019 akan terjadi lebih dari 2.500 bencana di seluruh wilayah Indonesia.*/ANTARA
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei memberikan pemaparan mengenai Evaluasi Penanggulangan Bencana 2018 dan Tantangan 2019, di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (19/12/2018). BNPB mencatat hingga 14 Desember 2018 telah terjadi 2.426 bencana yang didominasi bencana banjir, longsor, puting beliung dan BNPB memprediksi pada tahun 2019 akan terjadi lebih dari 2.500 bencana di seluruh wilayah Indonesia.*/ANTARA

CIREBON, (PR).- Sebanyak 165 rumah rusak akibat disapu angin puting beliung yang menerjang Desa Panguragan Kulon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu 30 Desember 2018. Melansir Kantor Berita Antara, bencana angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

"Akibatnya 165 rumah milik warga, satu bangunan sekolah dan dua mushala rusak," kata Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Faozan.

BPBD dan personel dari TNI, Polri serta masyarakat tengah berupaya melakukan pembersihan puing-puing rumah. BPBD juga terus melakukan upaya pendataan serta mengevakuasi masyarakat yang rumahnya rusak ke tempat lebih aman.

"Tim masih melakukan pendataan berkoordinasi dengan pihak desa maupun relawan," ujarnya.

Dia menambahkan saat ini juga ada beberapa warga yang mengungsi akibat kejadian angin puting beliung, karena mereka masih khawatir dan was-was. "Ada warga yang mengungsi sementara di Masjid Baiturrahman dan posko kesehatan di Puskesmas Panguragan," ucapnya.

Selain merusak bangunan, angin puting beliung juga menumbangkan pohon sehingga aliran listrik pun terputus dan sampai saat ini masih gelap.

Diberitakan sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis sejumlah wilayah di Indonesia yang berpotensi terkena hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang pada beberapa hari ke depan. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R Mulyono R Prabowo, mengatakan saat ini Indonesia berpotensi terjadi gelombang tinggi, hujan lebat dan angin kencang.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis,” kata Mulyono. 

Menurut dia, berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, aliran massa udara dingin dari Asia masih mendominasi wilayah Indonesia. Pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Filipina dan Laut China Selatan menyebabkan massa udara dingin dari Asia cukup terkonsentrasi di wilayah Utara.

Sementara itu, dominasi pola udara tekanan rendah di sekitar wilayah Australia cukup signifikan, sehingga menyebabkan terbentuknya daerah perlambatan angin dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan. Kondisi-kondisi tersebut diprakirakan akan meningkatkan potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode menjelang akhir tahun, yakni 28-31 Desember 2018.

Sejumlah daerah yang berpotensi mengalami angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 KM/jam di antaranya Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku bagian Selatan dan Papua Barat.***

Bagikan: