Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 25.3 ° C

Menhub: Tol Trans Jawa Dorong Geliat Ekonomi dan Wisata

Ani Nunung Aryani
MENTERI Perhubungan, Budi Karya Sumadi memberikan keterangan kepada wartawan saat mengunjungi rest area 207A, Tol Palikanci, Sabtu 29 Desember 2018.*/ANI NUNUNG ARYANI/PR
MENTERI Perhubungan, Budi Karya Sumadi memberikan keterangan kepada wartawan saat mengunjungi rest area 207A, Tol Palikanci, Sabtu 29 Desember 2018.*/ANI NUNUNG ARYANI/PR

CIREBON, (PR).- Tersambungnya tol Trans Jawa Jakarta-Surabaya sepanjang lebih dari 700 km, bukan hanya sekedar berfungsi meningkatkan konektivitas.

Namun lebih dari itu, jalan tol juga sangat berarti bagi masyarakat dengan kebangkitkan ekonomi masyarakat di sepanjang tol yang dilalui.

“Selama ini kan ada sebagian masyarakat yang masih menyangsikan makna adanya jalan tol bagi bangkitnya ekonomi masyarakat. Kita buktikan kalau jalan tol ternyata memberi dampak ekonom bagi masyarakat di sepanjang tol yang dilalui,” ungkap Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat mengunjungi rest area 207A, Tol Palikanci, Sabtu 29 Desember 2018.

Menurut Menhub, beroperasinya tol Trans Jawa Jakarta-Surabaya yang beberapa di antaranya masih gratis, terbukti menjadi solusi atasi kemacetan selama musim liburan kali ini.

“Satu kebahagiaan yang saya alami adalah tidak ada macet selama liburan ini. Jakarta-Semarang yang biasanya ditempuh 8 jam, saat ini hanya memakan waktu 5 jam. Jakarta-Solo yang biasanya 10 jam, hanya 6-7 jam,” katanya.

Namun, lanjutnya, dirinya tidak ingin fungsi jalan tol  hanya sampai disitu. Menurutnya, ada tugas dari Presiden Joko Widodo kepada dirinya, bahwa keberadaan jalan tol bukan hanya sekedar menyambungkan wilayah saja, namun harus ada arti bagi masyarakat.

“Dan terbukti, keberadaan jalan tol memang memberikan dampak ekonomi positif kepada wilayah yang dilaluinya,” katanya.

Tingkatkan kunjungan wisata ke Cirebon

Menteri Budi kemudian memberikan bukti dengan mengutip keterangan Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, yang ikut menyambutnya saat turun di Bandara Penggung Kota Cirebon.

“Pak Wali Kota Cirebon mengungkapkan adanya peningkatan kunjungan wisatawan ke Cirebon, sehingga restoran sampai penuh,” katanya.

Bukti lainnya, katanya, di Nganjuk ada sekelompok orang yang membuat industrial estate, seluas 100 hektare. “Jadi industrial estate tidak perlu di Surabaya. Kalau ada 100 hektare ada berapa orang yang bisa bekerja di Nganjuk," imbuhnya.

Dibagian lain terkait dengan ketersediaan rest area di tol sepanjang lebih dari 700 km, Menteri Budi mengakui, pada saat kondisi lebaran, keberadaan rest area yang ada di setiap jarak 15 km, dirasa sangat kurang.

“Namun saat hari-hari biasa tidak masalah. Makanya kalau terlalu banyak juga nanti  kalau terjadi inflasi jualan tidak laku, kan kasihan,” katanya.

Sebagai solusinya, menurutnya, adanya penambahan luas lahan parkir, agar bisa menampung lebih banyak kendaraan terutama  saat lebaran.***

Bagikan: