Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Umumnya berawan, 23.7 ° C

DPRD Jawa Barat Ungkapkan Belasungkawa atas Bencana Alam di Selat Sunda

Tim Pikiran Rakyat
Warga mengais barang diantara reruntuhan di villa Tamaro yang porak poranda diterjang tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). BPBD setempat mencatat sedikitnya 49 orang tewas dan ratusan rumah hancur diterjangan tsunami di sepanjang pesisir Banten mulai Pantai Anyer, Carita, Panimbang hingga Tanjung Lesung.*/ANTARA
Warga mengais barang diantara reruntuhan di villa Tamaro yang porak poranda diterjang tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). BPBD setempat mencatat sedikitnya 49 orang tewas dan ratusan rumah hancur diterjangan tsunami di sepanjang pesisir Banten mulai Pantai Anyer, Carita, Panimbang hingga Tanjung Lesung.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Pimpinan dan jajaran anggota DPRD Jawa Barat turut prihatin dan ikut berbelasungkawa atas bencana alam yang terjadi di Selat Sunda, Sabtu 22 Desember 2018. Untuk diketahui tsunami menerjang sebagian Kabupaten Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan. Puluhan orang meninggal dunia dan ratusan orang terkena luka-luka. 

Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari menuturkan, pihaknya turut berduka cita atas bencana yang menimpa Banten dan Lampung tersebut. "Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar dia, Minggu 23 Desmeber 2018. 

Ineu pun meminta agar warga yang masih ada di lokasi tetap tenang dan waspada, mengikuti arahan pemerintah setempat. Di sisi lain, Ineu berharap petugas diberi kelancaran dalam pencarian korban hilang. 

Terkait dengan warga Jabar yang kemungkinan menjadi korban, Ineu pun berharap bisa segera teridentifikasi. Pihaknya pun akan terus memantau perkembangan penanganan setelah bencana terjadi. 

Ineu menambahkan, kepada seluruh warga yang tengah berlibur untuk tetap berhati-hati dan waspada terutama dengan kondisi cuaca akhir-akhir ini. 

Sebelumnya, berdasarkan rilis BNPB dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Hingga 23 Desmeber 2018 pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang. Kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak.

"Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB. 

Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat. Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang.

Di Lampung Selatan, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka dan 2 orang hilang. "Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah," ujar dia. 

Dia menambahkan, penanganan darurat terus dilalukan. Status tanggap darurat dan struktur organisasi tanggap darurat, pendirian posko, dapur umum dan lainnya masih disiapkan. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan perbaikan darurat.

"Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya," tutur dia.***

Bagikan: