Pikiran Rakyat
USD Jual 14.235,00 Beli 13.935,00 | Berawan, 24.4 ° C

Mini Cooper  Rp 12.000 dari Bukalapak Itu Tak Akan Mengisi Garasi Dedi Heryadi

Nurhandoko
DEDI Heryadi bersama keluarga­ di Desa Bunter, Sukadana, Ciamis, Rabu 19 Desember 2018. Dedi alias Edot adalah pengemudi ojek daring yang berhasil membeli mobil Mini Cooper seharga Rp 12.000 di Bukalapak pada Hari Belanja Online Nasional.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
DEDI Heryadi bersama keluarga­ di Desa Bunter, Sukadana, Ciamis, Rabu 19 Desember 2018. Dedi alias Edot adalah pengemudi ojek daring yang berhasil membeli mobil Mini Cooper seharga Rp 12.000 di Bukalapak pada Hari Belanja Online Nasional.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

PELUH yang membasahi wajah dan badannya tidak mampu menyembunyikan keceriaan ­wajah Dedi Heryadi (36), yang belakang­an ini menjadi viral di media sosial. ­Warga Dusun Desa, Desa Bunter, ­Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis ini mendadak tenar setelah berhasil membeli mobil Mini Cooper hanya ­dengan Rp 12.000 di Bukalapak pada Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional).

Ditemui di rumahnya, Dedi Heryadi sedang sibuk menguras sumur karena airnya bau. Dua hari sebelumnya ada kucing yang tercebur ke sumur di belakang rumahnya.

Didampingi istri Karmi (31) dan tiga anaknya Ristina (12), Raya (4,5) dan Ragil (7 bulan), Dedi Heryadi yang juga ­se­ring dipanggil Edot mengatakan baru sampai di kampungnya pada Selasa 18 Desember 2018 dini hari. Dia berangkat dari Jakarta dengan menumpang bus umum.

Dedi Heryadi sengaja pulang kampung untuk membagi kebahagiaan bersama dengan keluarga kecilnya yang tinggal di kampung, setelah tuntas proses serah terima dan adminstrasi mobil Mini Cooper. Kepulangannya juga sekaligus untuk menjenguk anak Ragilnya yang sakit.

Meskipun gembira mendapatkan ­mobil Mini Cooper yang di pasaran harga­nya mencapai Rp 720 juta, mobil mewah warna merah tersebut tidak bakal dibawa pulang.

Alasannya karena Dedi Heryadi tidak mampu membayar pajak dan administrasi yang nilainya juga sangat mahal. Oleh karenanya, dia memutuskan untuk menjual kembali Mini Cooper yang baru dibelinya.

Resmi menerima mobil, Dedi Heryadi yang mengaku saat ini tidak membutuhkan mobil, cukup senang. Meskipun, dia hanya dapat merasakan empuknya kursi Mini Cooper yang baru dibelinya. Sebab, dia langsung memutuskan menjual ­mobilnya melalui Bukalapak.

“Terus terang, saya tidak menyangka bakal dapat mobil hanya dengan Rp 12.000, apalagi yang berminat juga ­jumlahnya jutaan orang. Saya belum ­butuh mobil, jadi dijual saja, dibantu sepenuhnya oleh Bukalapak. Uangnya untuk menuntaskan perbaikan rumah dan sisanya ditabung,” tutur Dedi Heryadi, Rabu 19 Desember 2018.

Hidup yang berliku

Dedi Heryadi yang merupakan anak pasangan Idi dan Mak Onoh, petani kampung dan tidak meneruskan pendidikan setamat SMP tahun 1998 itu bercerita jika kisah hidupnya penuh liku.

Sebelum menekuni profesi sebagai pengemudi ojek online, Dedi Heryadi pernah bekerja serabutan sebagai kuli bangunan di Jakarta.

Tidak puas dengan penghasilan sebagai kuli bangunan, Dedi Heryadi alih pekerjaan  di percetakan, pabrik kue, bahkan sempat merantau ke Riau untuk bekerja di pabrik kerupuk.

Hal itu tidak memuaskan, hingga dia memutuskan kembali ke kampung membuat tempe. Namun, usahanya itu tidak berkembang.

Tahun 2015, dia memutuskan kembali ke Jakarta dan menjadi pengemudi ojek online yang saat itu sedang booming.

“Dengan kemampuan terbatas sulit cari pekerjaan. Saya kembali merantau ke Jakarta kembali kerja dari nol, kemudian pengemudi ojek online. Tiga minggu bahkan kadang sebulan sekali pulang kampung, tergantung kondisi keuangan,” tuturnya.

Dedi Heryadi mengungkapkan, sebelum membeli mobil mewah dengan harga sangat murah, dia tengah membangun garasi. 

“Saya tidak tahu apakah garasinya nanti diisi mobil atau tidak. Memang pernah ada keinginan punya mobil, tetapi belum tentu juga beli. Bisa saja garasi dijadikan warung. Yang pasti saat ini saya menunggu mobil terjual. Semoga saja cepat terjual,” tutur Dedi Heryadi.***

Bagikan: