Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sedikit awan, 25.5 ° C

Pakai Maskot Ayam Jago, Mahasiswa Cianjur Demonstrasi Terkait Korupsi Bupati

Shofira Hanan
Massa Aliansi BEM Cianjur melakukan aksi deklarasi antikorupsi di Pendopo Cianjur, Rabu 19 Desember 2018. Mahasiswa mengkritik keras pelanggaran hukum oleh bupati Cianjur, dan menyatakan akan terus mengawal serta melawan tindakan amoral korupsi di tatar santri.* SHOFIRA HANAN/PR
Massa Aliansi BEM Cianjur melakukan aksi deklarasi antikorupsi di Pendopo Cianjur, Rabu 19 Desember 2018. Mahasiswa mengkritik keras pelanggaran hukum oleh bupati Cianjur, dan menyatakan akan terus mengawal serta melawan tindakan amoral korupsi di tatar santri.* SHOFIRA HANAN/PR

CIANJUR, (PR).- Ratusan mahasiswa dari Aliansi BEM Cianjur menggelar deklarasi anti korupsi di Pendopo Cianjur. Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi itu, mengkritisi keras tindak pidana korupsi bupati nonaktif Irvan Rivano Muchtar dan menyatakan perang terhadap korupsi.

Massa melakukan long march menuju ke Pendopo Cianjur. Setibanya di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB, mereka mulai melakukan orasi dan aksi teatrikal mengkritik pemerintahan bupati. Mahasiswa menyayangkan dana pendidikan turut menjadi sasaran keserakahan pemimpin.

“Pendidikan kira seharusnya tidak jadi sasaran tindakan kotor. Para koruptor itu, akhirnya memotong harapan generasi penerus kita,” ujar salah satu perwakilan massa dari Universitas Suryakancana, Adi Ramdani, Rabu 19 Desember 2018.

Mereka menilai, para tersangka kasus pemotongan DAK adalah orang terpelajar. Namun disayangkan, perilaku mereka seolah tidak mencerminkan sikap seorang yang berpendidikan.

Bahkan, masa kepemimpinan Irvan yang mengedepankan keagamaan dinilai tidak sejalan dengan pelanggaran hukum yang dilakukan. Ia menilai, pemerintah hanya menggunakan simbol agama yang tercantum dalam tujuh pilar kebudayaan sebagai kedok semata.

“Katanya Cianjur agamis, tapi semua bertolak belakang. Bahkan program antikorupsi pemerintah, gagal. Tuhan sudah memperlihatkan kebenarannya, setelah apa yang mereka ambil adalah tonggak harapan generasi muda,” kata Adi.

Mereka mendeklarasikan diri sebagai salah satu pendukung KPK agar terus mengusut kasus amoral tersebut. Adi menjelaskan, apa yang dilakukan mahasiswa adalah bentuk konsistensi mereka untuk menjadi mitra kritis pemerintah.

Pasalnya, dalam hal ini kasus yang melibatkan Irvan sudah begitu menciderai Cianjur. Oleh karena itu, mereka mendukunh penuh semua upaya pemberantasan korupsi.

Selain itu, mereka juga meminta KPK mencabut hak politik Irvan Rivano, sebagai konsekuensi yang harus dijalani pejabat korup. Setelah itu, mahasiswa akan terus mengawasi jalannya proses hukum secara khusus.

Aksi berjalan cukup lama, karena massa bersikukuh ingin bertemu dengan Plt Bupati Cianjur Herman Suherman yang saat itu tidak berada di tempat. Teatrikal singkat ditunjukkan beberapa mahasiswa, tampak satu dari mereka mengenakan topeng ayam yang mewakili Irvan.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa menyatakan kekecewaan sekaligus ketidakpercayaan pada pemerintahan Cianjur. Oleh karena itu, mereka mengharapkan perwakilan pemda dapat membuat kontrak politik dengan massa.

Sementara itu, perwakilan dari pemda, Kepala Kesbangpol Cianjur Dadan Ginanjar mengatakan, seluruh pihak diminta untuk menghargai proses hukum yang terjadi saat ini. 

“Kalau untuk menyampaikan aspirasi, pemerintah juga akan memberikan ruang. Karena kami juga diminta Gubernur untuk melangsungkan musyawarah besar yang terdiri dari tokoh masyarakat. Beliau juga kabarnya hadir,” ujar Dadan.

Ia menjelaskan, melihat kondisi pemerintahan saat ini, Cianjur diperintahkan untuk segera membahas masa depan daerah pasca terjadinya kasus. Maka dari itu, musyawarah besar pun dilangsungkan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari budayawan, seniman, mahasiswa, dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, seluruh pihak berhak menyuarakan aspirasi mereka. Diharapkan musyawarah itu, dapat menyelesaikan kegalauan-kegalauan dalam pemerintahan dan mengakhiri ketiadaan tujuan setelah penangkapan pimpinan daerah.

“Semua ada waktunya, nanti siapapun boleh sampaikan banyak hal untuk arah Cianjur ke depan. Kami diinstruksikan untuk melangsungkannya paling lambat akhir Desember ini,” ucapnya.***

Bagikan: