Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 17.2 ° C

Ma’ruf Amin Tegaskan Penangkapan Habib Bahar bin Smith Bukan Kriminalisasi Ulama

Fani Ferdiansyah
Habib Bahar bin Smith (tengah).*/ANTARA
Habib Bahar bin Smith (tengah).*/ANTARA

SUKABUMI, (PR).- Kiai Haji (KH) Ma'ruf Amin menegaskan penangkapan dan penahanan Habib Bahar bin Smith oleh pihak Polda Jawa Barat, bukan merupakan kriminalisasi ulama.

"Ini negara hukum, jika bersalah harus bertanggung jawab siapapun itu orangnya, mulai dari warga biasa, penegak hukum, wartawan, pejabat hingga ulama. Jika terbukti bersalah maka harus dihukum," kata Ma’ruf Amin saat bersilaturahim dengan ratusan kiai se-Sukabumi dan Cianjur, Rabu 19 Desember 2018.

Ma'ruf Amin yang juga merupakan Ketua Umum Mejelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif, menambahkan apa yang dilakukan pihak kepolisian terhadap Habib Bahar bin Smith tersebut, merupakan proses atas kasus dugaan penganiayaan kepada anak di bawah umur.

“Kalau proses penegakan hukum harus ditegakan untuk siapa saja, sebab Indonesia merupakan negara hukum jadi yang bersalah harus bisa bertanggung jawab sesuai dengan kesalahan yang dilakukannya,” ujarnya.

Namun, kata Ma’ruf Amin, jika dalam proses penyelidikan dan penyidikan bahwa tidak ditemukan kesalahan, maka Habib Bahar bin Smith harus segera dilepaskan. Tapi kalau ternyata terbukti bersalah, mesti dihukum sesuai peraturan yang berlaku.

"Langkah yang dilakukan pihak kepolisian terhadap kasus Habib Bahar ini murni merupakan penegakan hukum bukan kriminalisasi ulama, karena polisi pun dalam bertindak pasti mempunyai barang bukti," ucap Ma’ruf Amin seperti ditulis Kantor Berita Antara.

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 ini kembali menegaskan, bahwa setiap yang bersalah harus diberikan sanksi, sesuai konsekuensi Indonesia yang merupakan negara hukum.

HABIB Bahar Bin Ali Bin Sumaith (tengah) penuhi pemanggilan Polda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa, 18 Desember 2018.  Habib Bahar  menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda terkait laporan dugaan penganiayaan, Dugaan penganiayaan terhadap dua orang pemuda yang terjadi di Bogor  Sabtu 1 Desember 2018 lalu.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Diberitakan sebelumnya, Habib Bahar bin Smith diperiksa selama tujuh jam di Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Jabar. Pengacara Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar, menyebut kliennya itu dicecar sebanyak 34 pertanyaan.

"Pasal yang dituduhkan ada beberapa pasal, yaitu pasal 170 juncto pasal 351, juncto pasal 333, juncto pasal 55 KUHP. Selain itu ada pasal 80 pada undang-undang nomor 35 tahun 2014," kata Aziz.

Aziz menjelaskan pada saat pemanggilan, status Habib Bahar bin Smith pun sudah menjadi tersangka. Namun baru kali ini pemanggilan dilaksanakan dan Habib Bahar pun menghadiri pemanggilan ini. 

"Barusan pun sudah ada surat penangkapan terhadap Habib Bahar. Meski demikian saat ini Habib Bahar dalam keadaan sehat lalu beliau sangat kooperatif dalam pemeriksaan. Bahkan sangat menghormati proses hukum yang ada," ucapnya.

Habib Bahar pun lanjut Aziz dalam keadaan tegar dan sabar, serta siap dengan segala konsekuensi yang akan diterimanya. "Kami juga berterimakasih kepada pihak kepolisian yang sudah bekerja dengan profesional, proporsional dan sangat melindungi hak-hak klien kami," ucapnya.***

 

Bagikan: