Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Sedikit awan, 22 ° C

Ribuan Hektare Sawah di Indramayu Terancam Tanggul Jebol 

Gelar Gandarasa
PETANI menunjukkan tanggul yang jebol di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Selasa 18 Desember 2018.* GELAR GANDARASA/PR
PETANI menunjukkan tanggul yang jebol di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Selasa 18 Desember 2018.* GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Tanggul Sungai Congger di wilayah Blok Lungsemut, Desa Kendayakan, Kecamatan Terisi jebol dihantam arus air. Akibatnya ribuan hektare sawah terancam terendam air. Sawah petani tersebut juga terancam gagal tanam di musim hujan ini. Petani meminta tanggul jebol itu segera diperbaiki.

Berdasarkan pantauan Pikiran Rakyt di lokasi, Selasa 18 Desember 2018, tanggul jebol itu berada di tengah persawahan Desa Kendayakan. Adapun letak tanggul jebol sulit untuk dijangkau karena berada sekitar 3 kilometer dari jalan desa. Di sekitar tanggul tidak terdapat permukiman warga dan hanya ada areal persawahan. Tanggul yang jebol itu bukan tanggul permanen melainkan hanya gundukan tanah. Tak ayal jika debit air bertambah dikhawatirkan tanggul jebol makin meluas lagi.

Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang mengatakan tanggul jebol itu mengancam tiga desa yakni Desa Kendayakan, Rajasinga Kecamatan Terisi, dan Pegagan di Kecamatan Losarang. “Areal sawah di wilayah itu total 2.000 sampai 3.000 hektare,” ujar Sutatang. Tak heran jika terus dibiarkan maka ribuan hektare sawah di Terisi dan Losarang terancam gagal tanam.  

Surono, Ketua KTNA Terisi mengatakan, total ada 7 titik tanggul jebol di sepanjang aliran sungai. Tiga di antaranya kini dalam kondisi sangat parah. “Salah satu yang parah ada di blok sini, Lungsemut,” ujarnya. Lebih jauh, tanggul tersebut jebol pada Minggu dini hari. “Waktu itu selesai hujan deras. Tiba-tiba tanggul penahan di Sungai Congger sudah jebol waktu petani memantaunya,” ujar dia.

Dampak jebolnya tanggul sangat dirasakan para petani. Betapa tidak, sawah garapan mereka kebanjiran luapan sungai. Padahal sawah tersebut baru saja ditanami padi lima hari yang lalu. “Ini semua baru mulai tanam musim hujan,” katanya.

Saat ini areal sawah di sekitar tanggul jebol kondisinya cukup memprihatinkan. Petani pun lebih memilih membiarkan begitu saja tanaman padi yang baru mereka tanam. Sebab jika hujan kembali turun bisa dipastikan air sungai akan kembali meluap ke areal persawahan. “Sudah pasti merugi. Diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta karena terus meluas,” katanya. Para petani pun meminta adanya perbaikan tanggul jebol di Terisi dan normalisasi sungai.

Kedalaman Sungai Congger kondisinya saat ini terus mendangkal. Pendangkalan tersebut sangat berperan menyebabkan jebolnya tanggul. “Air terus meninggi tapi di sisi lain tanggul kurang kuat menahan derasnya air,” ungkapnya. Selain itu, Surono pun meminta perhatian lebih dari para petani untuk ikut mengatasi tanggul jebol tersebut. Petani diminta untuk menyisakan sebagian areal tanggul yang tidak ditanami tanaman. “Kami perlu jalan untuk akses juga. Sekarang aksesnya tertutup oleh pepohonan,” ucapnya.  

Petani Terisi lainnya, Dirngun mengatakan, sejauh ini belum ada perbaikan serius terkait tanggul di Terisi. “Belum diperbaiki, tahun kemarin juga tanggul pernah jebol,” kata dia. Dia mengatakan, petani di wilayahnya tengah gelisah. Betapa tidak, mereka dihantui ancaman gagal tanam di awal musim hujan ini. Jika lahan mereka terus terendam hampir pasti petani akan menanggung kerugian yang cukup besar. “Tolong ada perhatian, soalnya ini menyangkut mata pencaharian,” ujar Dirngun.***

Bagikan: