Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.3 ° C

Longsor, Jalan Penghubung Ciamis dan Cirebon Terancam Putus

Nurhandoko
Longsor/NURHANDOKO/PR
Longsor/NURHANDOKO/PR

CIAMIS,(PR).- Jalur utama Ciamis menuju Cirebon terancam putus menyusul longsornya bahu jalan nasional di wilayah Dusun Cintamukti, Desa Purwasari, Kecamatan Kawali, Ciamis. Mengantisipasi melebarnya longsor, saat ini hanya separuh badan jalan yang dilewati kendaraan.

Informasi yang dihimpun Pikiran Rakyat, Selasa 18 Desember 2018 longsornya bahu jalan setinggi 7 meter itu dipicu hujan lebat yang belakangan ini sering mengguyur wilayah tersebut. Mengantisiipasi longsor semakin parah, sekitar titik longsor juga ditutup dengan plastik. Bukan hanya mengikis jalan raya, kejadian tersebut juga mengakibatkan saluran air ikut ambrol.  

Dalam mengatur arus lalu lintas yang diberlakukan satu arah atau sistem buka tutup, sejumlah warga berinisiatif turun tangan mengatur laju kendaraan dan berjaga di sekitar lokasi longsor.

“Longsor terjadi hanya beberapa saat setelah turun hujan lebat. Lokasi yang ambrol juga ditutup dengan plastik, agar air tidak masuk ke tanah karena dapat menambah parah keadaan,” tutur Kepala Desa Purwasari, Gunawan.

Dia menambahkan, jalan nasional Ciamis-Cirebon tersbeut merupakan jalur penting. Selain menjadi jalur alternatif menuju jalan tol Cipali, juga merupakan akses menuju Bandara Internasional Kertajati. Dengan demikian, lanjutnya, penanganan longsor harus mendapat perhatian khusus.

“Jangan sampai kerusakannya semakin parah.  Lokasi tersebut harus segera diperbaiiki, apalagi saat ini hujan juga masih terus turun, sehingga rawan longsor susulan,”  ujarnya.

Terpisah, Camat Kawali, Yusuf Maulana mengatakan longsornya bahu jalan akibat dipicu guyuran hujan lebat. Air hujan masuk melalui retakan di tanah yang mulai terdeteksi  saat awal musim penghujan.

“Akibat sering diguyur hujan, tebing bahu jalan jenuh air hingga memicu longsor. Sebenarnya bukan hanya lokasi tersebut saja, sepanjang jalur juga rawan longsor, karena posisinya berada di tebing curam,” kata Yusuf Maulana.

Oleh karena itu, pengendara juga diminta waspada karena bagian sisi bahu jalan yang longsor juga masih rawan ambrol.

Lebih lanjut  Yusuf berharap agar lokasi yang longsor dapat segera dibenahi. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan yang lebih parah. Saat ini langkah darurat yang dapat dilakukan, yakni penguatan tebing dengan memasang bronjong.

“Penanganan darurat dengan memperkuat tebing, dengan memasang  bronjong. Sedangkan ke depannya diperkuat dengan tembok penahan tebing. Penanganan juga  tidak dapat dilakukan secara parsial, akan tetapi harus menyeluruh,” ujarnya.***

Bagikan: