Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Cianjur

Shofira Hanan
SEJUMLAH aparat kepolisian berjaga di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur saat penyidik KPK melakukan penggeledahan.*/SHOFIRA HANAN/PR
SEJUMLAH aparat kepolisian berjaga di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur saat penyidik KPK melakukan penggeledahan.*/SHOFIRA HANAN/PR

CIANJUR, (PR).- Dua tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan pada sejumlah lokasi di Kabupaten Cianjur. Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Pendopo Cianjur, menjadi lokasi yang didatangi penyidik lembaga anti rasuah itu.

Di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur, tim KPK melakukan penggeledahan sekitar pukul 09.00 WIB. Dari pantauan di lapangan, terdapat tiga kendaraan KPK yang memasuki area kantor tersebut.

Para penyidik terlihat membawa sejumlah koper, untuk mengumpulkan berkas dari ruangan kepala dinas dan kepala bidang SMP. Proses penggeledahan berlangsung lama, karena baru selesai sekitar 19.00 WIB.

Pada saat penggeledahan berlangsung, sejumlah aparat kepolisian berjaga di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur Asep Saepurohman mengatakan, tim membawa sejumlah dokumen setelah menyelesaikan penggeledahan.  

“Mereka membawa sebanyak empat dus dan satu koper berisi berkas. Yang dibawa adalah data dari seluruh dokumen awal, proposal pengajuan, tata cara pencairan, bukti fisik, dan berita acara,” ujar Asep, Sabtu 15 Desember 2018.

Asep dan enam orang staf menjadi perwakilan dinas yang diperbolehkan masuk oleh tim penyidik. Sejak penggeledahan dimulai, prosesnya dijaga ketat oleh kepolisian bersenjata lengkap.

Tidak ada pihak lain yang diperkenankan masuk, sehingga pintu gerbang kantor pun ditutup rapat selama proses berlangsung. Ia pun menjelaskan, selama berada di dalam gedung, tim penyidik menggeledah sejumlah ruangan, seperti ruang kepala bidang SMP, sarana prasarana SMP, dan kepala dinas.

“Setelah penggeledahan selesai, tim menyerahkan penyertaan barang yang disita. Termasuk kunci kantor,” kata dia.

Proses penggeledahan di kantor dinas berakhir dan aktivitas dapat dilakukan seperti biasa. Terhitung mulai Senin pekan depan, sejumlah ruangan yang digeledah sudah bisa dimasuki atau digunakan lagi.

Tidak banyak pernyataan yang diungkapkan Asep usai penggeledahan berlangsung. Setelah tim penyidik meninggalkan lokasi, perwakilan dinas pun tidak memberikan keterangan apapun lagi.

Sementara di Pendopo Cianjur, tim kedua dari penyidik KPK tiba sekitar pukul 09.37 WIB usai berkumpul di Mapolres Cianjur. Pada penggeledahan di lokasi tersebut, anggota tim berjumlah sembilan orang, yang terdiri dari enam laki-laki dan tiga perempuan.

Sama seperti tim yang bertugas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur, tim KPK di pendopo juga membawa beberapa koper untuk mengumpulkan berkas. Pergerakan tim terpantau di mulai dari ruang utama pendopo.

Di lokasi tersebut, tidak banyak informasi yang berhasil digali. Pasalnya, bila dibandingkan dengan penggeledahan di kantor dinas, proses di pendopo tidak begitu lama. Pada pukul 14.30 WIB tim sudah meninggalkan lokasi.

Menurut informasi yang beredar, tim bergerak menuju kantor Bupati Cianjur di Campaka. Hanya saja, tidak ada konfirmasi pasti terkait informasi tersebut.

Pakta integritas

Mengawal proses panjang terhadap kasus korupsi dana pendidikan, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, pemerintah setempat akan memberikan perhatian khusus untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur.

“Ini salah satu upaya kami untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan wewenang pada alokasi 2019,” kata Herman.

Apa yang terjadi di bidang pendidikan Cianjur, Herman semakin menekankan agar para pejabat tetap berpegang teguh pada pakta integritas. Apalagi, pakta integritas anti korupsi itu dibuat langsung bersama KPK sejak awal masa jabatan dia dan Irvan Rivano Muchtar.

Menurut dia, apapun yang terjadi pejabat harus berkomitmen kuat untuk pakta tersebut. Walaupun pada kenyataannya apa yang terjadi saat ini telah menciderai upaya pencegahan tersebut.

“Pakta tersebut adalah sebuah upaya, tapi saya selalu berharap pejabat yang lain masih berpegang pada pakta integritas menolak korupsi. Saya juga akan bekerja keras, untuk mencegah hal ini terulang lagi,” ujar dia.***

Bagikan: