Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Sedikit awan, 22 ° C

Alun-Alun Cianjur Rusak Usai Perayaan Warga Atas Penangkapan Bupati Irvan Rivano Muchtar

Siska Nirmala
WARGA membawa patung ayam yang merupakan simbol pemerintahan Cianjur saat aksi unjuk rasa terkait tertangkapnya bupati Cianjur di alun-alun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 14 Desember 2018. Aksi yang diikutin ribuan warga tersebut merupakan bentuk apresiasi warga terhadap KPK yang telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar atas dugaan korupsi dana pendidikan. *
WARGA membawa patung ayam yang merupakan simbol pemerintahan Cianjur saat aksi unjuk rasa terkait tertangkapnya bupati Cianjur di alun-alun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat, 14 Desember 2018. Aksi yang diikutin ribuan warga tersebut merupakan bentuk apresiasi warga terhadap KPK yang telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar atas dugaan korupsi dana pendidikan. *

CIANJUR, (PR).- Seratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga, Sabtu, 15 Desember 2018, membersihkan serta melakukan perbaikan ringan kawasan alun-alun Cianjur setelah area tersebut mengalami kerusakan akibat warga menggelar aksi atas ditangkapnya Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar oleh KPK.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, kawasan alun-alun yang baru selesai dibangun dan akan diresmikan itu, mengalami kerusakan di berbagai bagian seperti pagar seng roboh serta beberapa kandang ayam di taman halaman pendopo dijebol. Pintu gerbang setinggi dua meter menuju alun-alun juga hampir roboh.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif ASN dan warga yang peduli terhadap kebersihan serta kondisi alun-alun Cianjur karena beberapa bagian mengalami kerusakan setelah aksi ribuan warga yang mengunakan lokasi untuk syukuran.

"Kami lakukan bersih-bersih kawasan alun-alun dan memperbaiki beberapa fasilitas yang dapat diperbaiki seperti pagar seng. Untuk perbaikan berat nanti dilakukan pelaksana konstruksi karena masih menjadi tanggungjawab pihak ketiga," katanya, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Ia menyayangkan aksi yang awalnya merupakan agenda makan liwet bersama itu, mengakibatkan kerusakan fasilitas umum yang dilakukan sejumlah oknum yang hadir. Namun ia mengatakan peristiwa itu mungkin terjadi karena adanya penyampaian informasi yang salah.

"Mungkin warga mendapat informasi yang salah kalau alun-alun akan diresmikan dan dibuka secara umum pada hari kemarin. Padahal pelaksana proyek masih menuntaskan pekerjaan sedikit lagi, sebelum diresmikan," katanya.

Terkait proses hukum atas perbuatan oknum yang melakukan pengerusakan, ia menyerahkan pada pelaksana proyek yang masih memegang wewenang kawasan alun-alun dan taman pendopo karena belum diserahterimakan. "Kami sudah berkordinasi dengan pelaksana yang mengatakan kerusakan masih dapat dilakukan, kalau proses hukum nanti kita serahkan ke pelaksana," katanya.

Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (kiri) dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi (kanan).*/ANTARA

Peresmian alun-alun diundur

Kawasan alun-alun rencananya akan diresmikan dan berfungsi di akhir Desember. Presiden, Jokowi Widodo, diharapakan dapat meresmikan alun-alun. Namun jika tidak ada Presiden, Gubernur Jawa Barat yang akan melakukan.

Namun dengan terjadinya kerusakan di beberapa bagian, kemungkinan peresmian akan terlambat karena pihak pelaksana harus kembali memperbaiki bagian yang terkena dampak dari ulah oknum tidak bertanggung jawab.

"Pastinya peresmian akan diundur karena pelaksana butuh waktu untuk melakukan perbaikan. Harapan kami peresmian tidak lagi terkendala, sehingga hari ini kami membantu bersih-bersih," katanya.***

Bagikan: