Pikiran Rakyat
USD Jual 14.240,00 Beli 13.940,00 | Sedikit awan, 23.6 ° C

Nyaris Ambruk, Ruangan Administrasi SMKN 1 Purwakarta Dipindah ke dalam Kelas

Hilmi Abdul Halim
GURU di SMK Negeri 1 Purwakarta menunjukkan lubang pada langit-langit bangunan perkantoran sekolahnya yang rusak dan rawan ambruk, Kamis (13/12/2018). Akibatnya, bangunan tersebut dikosongkan dan kegiatan administrasi hingga ruang wakil kepala sekolah terpaksa dipindahkan ke ruang belajar siswa.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
GURU di SMK Negeri 1 Purwakarta menunjukkan lubang pada langit-langit bangunan perkantoran sekolahnya yang rusak dan rawan ambruk, Kamis (13/12/2018). Akibatnya, bangunan tersebut dikosongkan dan kegiatan administrasi hingga ruang wakil kepala sekolah terpaksa dipindahkan ke ruang belajar siswa.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Bangunan perkantoran SMK Negeri 1 Purwakarta mengalami kerusakan parah hingga nyaris ambruk. Untuk mencegah korban, pihak sekolah terpaksa memindahkan ruang administrasi dan pengelolaan sekolah ke ruangan belajar siswa yang tengah menjalani ujian akhir semester.

Kerusakan itu baru diketahui setelah pihak sekolah akan memperbaiki kebocoran di bagian atap. "Dikira plafonnya saja yang rusak ternyata kerangka atap sudah mau ambruk," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Manajemen Mutu, Heldy Eriston saat ditemui di lokasi, Kamis 13 Desember 2018.

Setelah didiskusikan bersama kepala sekolah dan para guru, akhirnya mereka sepakat untuk memindahkan ruang perkantoran ke ruang belajar siswa. Ruang kesenian bahkan dipindah ke gudang.

Proses pemindahan dilakukan sekitar satu pekan yang lalu saat para siswa melakukan ujian.

"Untungnya sekarang sudah ujian, jadi tidak menggangu kegiatan belajar mengajar. Tapi kalau sudah mulai tahun ajaran baru, mungkin secara tidak langsung akan mengganggu proses belajar mengajar siswa," kata Heldy.

Selain itu, pemisahan ruang perkantoran juga mengganggu koordinasi antar bagian. Heldy menyebutkan fungsi yang dipindahkan dari bangunan rusak itu seperti ruang tata usaha, bendahara dan ruang para wakil kepala sekolah.

Sejak awal dibangun sekitar 1987 dan diresmikan 1991, bangunan tersebut memang digunakan untuk perkantoran sekolahnya. Dari pantauan “PR” di lokasi, bangunan berukuran sekitar 15x32 meter persegi itu saat ini telah dikosongkan dan dikunci oleh pihak sekolah.0

Bagian atap terlihat bengkok di tengah bahkan ada langit-langit yang mulai berjatuhan hingga menimbulkan lobang besar. Melihat kondisi kerusakannya yang parah, pihak sekolah berharap ada perbaikan besar pada bangunan tersebut.

"Kabarnya mau jadi dua tingkat sama ruang aula untuk rapat guru karena di sekolah ini belum ada aula untuk itu," kata Heldy.

Namun, ia belum mengetahui bantuan yang akan diberikan pemerintah provinsi. Sementara itu, Ketua Komite SMKN 1 Purwakarta Adjat Sudrajat, mengakui bahwa perbaikan besar nyaris belum pernah dilakukan pada bangunan yang saat ini rusak tersebut.

Bantuan perbaikan bahkan tak kunjung diterima sejak kewenangan pengelolaan sekolah setingkat SMA masih di tangan pemerintah daerah. Kondisi bangunan yang tua dan rapuh, diperburuk faktor cuaca dengan intensitas hujan cukup tinggi akhir-akhir ini.

"Kami khawatir ambruk secara tiba-tiba," kata Adjat Sudrajat sambil mengharapkan pemerintah provinsi agar segera menyalurkan bantuannya sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Purwakarta Tri Hartono, mengeluhkan pengalihan kewenangan pengelolaan sekolah setingkat SMA dari pemerintah daerah ke provinsi. Ia meyakinkan pemerintah daerahnya bisa mengatasi pembangunan infrastruktur di sekolah-sekolah menggunakan anggaran daerahnya.

"Saya mulai mendengar keluhan masyarakat yang mengaku diminta uang pembangunan oleh pihak sekolah. Dulu itu gratis," kata Tri. Ia mengakui, untuk 2019 pemerintah daerahnya akan lebih fokus pada program pendidikan dan kesehatan dari anggaran daerah.***

 

Bagikan: