Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Umumnya berawan, 24.4 ° C

Diduga Korupsi BPNT Dua Oknum Pejabat Bulog Ditetapkan Tersangka

Ahmad Rayadie
PETUGAS kejaksaan negeri Cibadak Kabupaten Sukabumi, Rabu 12 Desember 2018 tengah memperlihatkan beras barang bukti kejaksaan. Dua pejabat bulog subdrive Cianjur diterapkan menjadi tersangka.*
PETUGAS kejaksaan negeri Cibadak Kabupaten Sukabumi, Rabu 12 Desember 2018 tengah memperlihatkan beras barang bukti kejaksaan. Dua pejabat bulog subdrive Cianjur diterapkan menjadi tersangka.*

SUKABUMI, (PR).- Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak,  Kabupatan Sukabumi, Rabu 12 Desember 2018 menetapkan dua oknum pejabat  dikingkungan Badan Usaha Logistik (Bulog) Sub divire Cianjur menjadi tersangka dugaan korupsi.

UK (45) dan NA (48) ditetapkan menjadi tersangka dalm dugaan  program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial RI. Kendati para tersangka yang kini masih menjabat Kepala Sub dan Kepala Seksi Komersial dilingkungan Bulog Drive Cianjur dinJalan Raya Sukaraja, Kabupaten Sukabumi itu, masih belum ditahan.

Tapi pihak kejaksaan  memastikan masih akan terus melakukan serangkaian pemeriksaan intensif kedua tersangka. Termasuk meminta keterangan puluhan  warga dan diantaranya mantan Kepala Dinas Sosial, Kabupaten Sukabumi Iwan Ridwan dan pejabat dilingkungan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.

"Kedua tersangka masih terus menjalani pemeriksaan intensif. Darinhasil pengembangan pemeriksaan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus ini," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Alex Sumarna.

Alek Sumarna mengatakan akibat perbuatan para pejabat dilingkungan Bulog drive yang membawahi wilayah Cianjur, Kota dan Kabupaten Sukabumi itu, negara   mengalami kerugian hingga  mencapai Rp 3,9 miliar. 

Kedua tersangga, kata Alek Sumarba bersama sama melakukab dugaan tindakan korupsi Program BPNT  dari  periode April-September 2018 lalu. Mereka menyalurkan beras kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT dengan kualitasnya premium, namun nyatanya hanya medium.

"Dalam pengungkapan kasus tersebut, kami telah meminta keterangan hampir 100 orang. Mereka kini dijadikan saksi dalam perkataan dugaan korupsi program BNPT," katanya.

Dalam mengungkap kasus itu, Kejari yang dipimpin Alex Sumarna ini telah memeriksa hampir 100 saksi. Di antaranya 47 pendamping program keluarga harapan (PKH), 47 tenaga Kerja sukarela kecamatan (TKSK),  pejabat Dinsos, 15 perusahaan mitra Bulog, dan beberapa orang dari Bulog.

Kasi Pidana Khusus, Da'wan Manggalupang, mengatakan  substansi persoalan kasus dugaan tindakan korupsi terkait kualitas beras yang tidak sebanding dengan harga beras pada program BPNT. Harga  beras yang ditentukan sebesar Rp 11 ribu per kilogramnya. "Tapi kenyataannya, beras yang diterima warga penerima program  berkualitas beras seharga Rp 9,2 ribu," katanya.

Kedua tersangka terancam dijerat Pasal 2 dan 3 junto pasal 55 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman, minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun kurungan penjara.***

Bagikan: