Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Badai petir, 22.3 ° C

Berandalan Bermotor Mengamuk, Peserta Ronda Jadi Korban

Ahmad Rayadie

SUKABUMI, (PR).- Aksi kekerasan yang dilakukan berandalan bermotor di Kota Sukabumi cenderung meningkat. Kini, aksi penganiayaan yang dilakukan berandal bengal bermotor itu menimbulkan korban jiwa.

Seorang warga yang tengah melakukan ronda malam menjadi korban kekerasan kawanan remaja tanggung tersebut. Korban bernama Sopi Sulaeman (39), warga Jalan Pelabuhan II, RT 01/04, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong.

Meski tak merenggut nyawa, perbuatan berandalan bermotor itu membuat korban harus terbaring lemah di ruangan Unit Gawat Darurat (YGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin. Berandalan bermotor tersebut diketahui menggunakan senjata tajam dan tumpul saat menganiaya korban.

Akibatnya, Sopi Sulaeman mengalami luka bacokan senjata tajam dan memar di sekujur tubuh akibat hantaman benda tumpul. Pada tangan korban terdapat luka akibat dihantam palu besi.

Tak hanya itu, bacokan celurit menancap hingga tembus pada paru-parunya. Aksi penganiayaan itu dilakukan hingga korban tak sadarkan diri.

“Ketika Sopi dievakuasi warga ke rumah sakit, ia dalam kondisi tak sadarkan diri. Bahkan akibat lukanya yang cukup parah, Sopi harus menjalani operasi. Tim medis melakukan serangkaian operasi untuk menyembuhkan luka-lukanya,” tutur Yayu Yulianti, kakak korban, Rabu 12 Desember 2018.

Menurut Yayu, adiknya tersebut dianiaya di pos ronda yang tak jauh dari rumahnya. Saat melakukan ronda, korban ditemani oleh lima orang warga lainnya.

“Secara tiba-tiba, mereka dianiaya sejumlah orang tak dikenal. Dengan menggunakan berbagai macam senjata tajam dan tumpul, para pelaku berkendaraan roda dua itu menyerang adik saya dan sejumlah orang di pos ronda,” ujarnya.

Peristiwa penganiayaan terhadap korban dibenarkan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Warudoyong, Komisaris Polisi (Kompol) Engkus Kuswaha. Namun, Engkus masih belum memastikan jika para pelaku ini dari kawanan berandalan bermotor.

"Kami masih terus melakukan serangkaian penyelidikan. Sehingga belum bisa dipastikan tindakan tersebut  dilakukan geng motor," kata Engkus.

Engkus berjanji aparat kepolisian akan mengejar para pelaku. Diharapkan para pelaku tersebut bisa segera ditangkap.  

"Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan," ucapnya.***

 

 

Bagikan: