Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Berawan, 22.5 ° C

MQK, Cara Jabar Tumbuhkan Minat Generasi Milenial Pelajari Kitab Kuning

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dalam Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2018.
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dalam Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2018.

BANDUNG, (PR).- Pemda Provinsi Jawa Barat menggelar Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2018. Event ini diharapkan bisa menumbuhkan minat generasi milenial untuk mempelajari Kitab Kuning.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum didampingi Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat (Setda Prov. Jabar) Dady Iskandar, Plt. Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Setda Prov. Jabar Sonny Samsu Adisudarma, dan Kepala Bidang Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jabar Abubakar Shidiq, membuka secara resmi MQK Jabar 2018 di Balai Asri Pusdai, Jl. Diponegoro No. 63, Kota Bandung, Senin malam 10 Desember 2018.

Tak hanya menjadi ajang silaturahim diantara pesantren, MQK juga diharapkan bisa menumbuhkan minat generasi muda untuk mempelajari Kitab Kuning. Uu menilai generasi muda saat ini kurang tahu tentang pesantren dan Kitab Kuning.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat anak muda untuk belajar Kitab Kuning di pesantren Salafiyah,” harap Uu ditemui usai acara pembukaan.

“Karena akhir-akhir ini pesantren Salafiyah seperti sudah menurun jumlah muridnya,” tambahnya.

Para peserta MQK merupakan para santri yang berasal dari pesantren di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Ada tiga kategori yang dipertandingkan, yaitu Musabaqah Tilawatil Kutub, Hafidzul Kutub, dan Pidato Berbahasa Indonesia.

Kitab Kuning merupakan bagian dari literatur keilmuan Islam yang menyimpan warisan khazanah intelektual yang sangat kaya. Kitab ini membahas mulai dari persoalan yang mendasar hingga persoalan prinsipil seperti, dogma, hukum Islam hingga ketatanegaraan.

Selain itu, di dalam Kitab Kuning terdapat tradisi akademik yang seringkali menghadirkan berbagai pandangan berbeda bahkan bertolak belakang. Dimana masing-masing pandangan itu memiliki dasar argumennya masing-masing, kemudian muncul sebuah kesimpulan. Tradisi akademik seperti ini diyakini akan mampu menumbuhkan pandangan keagamaan yang moderat.

MQK gelaran pertama ini dilaksanakan mulai 10-13 Desember 2018. Tak tanggung-tanggung, untuk para pemenang tidak hanya akan mendapat uang pembinaan, tapi ada juga hadiah lain yaitu mobil, sepeda motor, hingga Umroh.***

Bagikan: