Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Saluran Air Bersih Tersumbat, Warga Protes Proyek Tol Cisumdawu

Adang Jukardi
SEJUMLAH warga sedang memperbaiki saluran air bersih yang tersumbat akibat pengerjaan projek tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) di Dusun Margalaksana, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Minggu 9 Desember 2018. Saluran airnya sering tersumbat gara-gara terlindas kendaraan alat berat projek tol.*
SEJUMLAH warga sedang memperbaiki saluran air bersih yang tersumbat akibat pengerjaan projek tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) di Dusun Margalaksana, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Minggu 9 Desember 2018. Saluran airnya sering tersumbat gara-gara terlindas kendaraan alat berat projek tol.*
SUMEDANG, (PR).- Warga Dusun Margalaksana, Desa Sukarapih, Kec. Sukasari, mengeluh karena saluran air bersih yang dipakai sehari-hari, tersumbat akibat pengerjaan proyek tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan). Saluran airnya sering tersumbat gara-gara terlindas kendaraan alat berat proyek tol.

"Terus terang, saya pusing dan jengkel karena harus terus menerus memperbaiki saluran air yang tersumbat akibat terlindas alat berat di lokasi proyek tol. Kadang serba salah. Kalau tidak diperbaiki, warga tidak akan mendapatkan air bersih. Diperbaiki juga, pasti terganggu lagi alat berat," ujar salah seorang warga Toto Darmawan ketika ditemui Dusun Margalaksana, Desa Sukarapih, Minggu 9 Desember 2018.

Menurut dia, saluran air bersih itu bersumber dari mata air di sekitar lokasi proyek tol yang sudah dimanfaatkan warga sejak 2012 lalu. Warga yang memanfaatkannya sekitar 80 kepala keluarga. Bahkan mata air tersebut, satu-satunya sumber air bersih yang dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya warga RW 08 dan sekitarnya.

"Mata air dan salurannya, memang pernah diperbaiki pihak pengusaha proyek. Akan tetapi, karena perbaikannya alakadarnya sehingga saluran airnya rusak lagi akibat gangguan alat berat. Kami minta pihak pengusaha proyek tol memperhatikan keluhan warga ini," ujar Toto yang juga Ketua RW 08 Dusun Margalaksana.

Ia mengatakan, warga sempat berharap pengusaha memberikan kompensasi dengan adanya gangguan tersebut. Akan tetapi, harapan masyarakat itu selalu diabaikan. Jika terus meminta, terkadang malu terkesan seperti pengemis. Padahal, sebelum ada proyek tol, saluran air bersih warga tidak pernah terganggu sehingga masyarakat nyaman memanfaatkannya.

"Saya bicara seperti ini bukan berarti menghambat pembangunan jalan tol. Yang kami minta, perhatikan juga dampak yang menimpa masyarakat," ucapnya.

Lebih jauh Toto mengungkapkan, selain masalah air bersih, warga juga sangat khawatir karena di sekitar pemukiman terdapat lokasi disposal (tanah urukan) proyek tol. Mereka takut, tanah disposal menyebabkan longsor dan banjir, seperti yang terjadi di wilayah Kec. Rancakalong, beberapa waktu lalu.

"Tanah disposal juga harus diperhatikan, supaya tak ada bencana yang dampaknya bisa merugikan warga. Kami berharap pihak Satker tol Cisumdawu bisa meninjau langsung ke lokasi. Selain bisa mengetahui fakta di lapangan, juga tahu kondisi yang dialami warga,"

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Sukarapih, Setiawan Saputra meminta pihak pengusaha proyek tol Cisumdawu serius menangani masalah saluran air bersih warga yang terganggu alat berat. Selain itu, keberadaan disposal yang membahayakan keselamatan warga pun, harus diperhatikan. Terlebih dirinya mengaku, belum pernah menerima permohonan rekomendasi izin untuk tanah disposal tersebut.

"Kami bersama warga sudah berkomitmen ikut mendukung dan menyukseskan proyek strategis nasional tersebut. Tapi tolong, perhatikan juga dampak sosial yang ditimbulkan supaya warga tak resah," ujarnya.***
Bagikan: