Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Umumnya cerah, 21.9 ° C

Zona Merah Pasar Bojongmeron Cianjur Kembali Dipadati PKL

Shofira Hanan
SEJUMLAH kios pedagang kembali berdiri di zona merah, di Bojongmeron, Cianjur, Kamis 6 Desember 2018. Larangan berdagang di lokasi tersebut tak kunjung diindahkan, padahal pedagang di sana telah direlokasi dan diminta berdagang di Pasar Induk sejak tahun lalu.*
SEJUMLAH kios pedagang kembali berdiri di zona merah, di Bojongmeron, Cianjur, Kamis 6 Desember 2018. Larangan berdagang di lokasi tersebut tak kunjung diindahkan, padahal pedagang di sana telah direlokasi dan diminta berdagang di Pasar Induk sejak tahun lalu.*

CIANJUR, (PR).- Mantan pedagang di Pasar Bojongmeron kembali memadati lokasi zona merah itu untuk berjualan. Puluhan pedagang tersebut, tidak mengindahkan larangan berdagang karena merasa dirugikan usai direlokasi ke Pasar Induk Pasirhayam (PIP).

Seorang pedagang daging, Nurdin (48) mengaku, hanya bertahan selama enam bulan untuk berdagang di lokasi yang disebut akan menjadi pusat perdagangan.

“Tempatnya memang nyaman dan aman, tapi pedagang tetap rugi. Karena di PIP banyak bandar yang saling bersaing, mereka saling memainkan harga-harga,” ujar Nurdin, Kamis 6 Desember 2018 .

Menurut dia, memang harga di PIP lebih murah, tapi tetap saja pedagang merasa tidak kerasan untuk berjualan di sana. Apalagi, sejak awal dipindahkan tidak sedikit pedagang yang merasa jika PIP sepi pembeli.

Ia mengatakan, jika akhirnya PIP akan menjadi pusat perdagangan seharusnya seluruh pasar di Cianjur dipusatkan ke sana.

“Harusnya jangan hanya Pasar Bomero saja yang ditertibkan, jangan menyisakan Pasar Muka dan Pasar yang ada di wilayah Leles Karang tengah. Kalau semua pedagang dipindahkan ke PIP, maka pembeli juga akan lebih banyak yang datang,” ujar dia.

PIP sepi pembeli



Banyak pedagang pindahan mengaku, jika PIP cenderung sepi pembeli, salah satunya karena jarak pasar yang cukup jauh. Hal itu dinilai, membuat sebagian pembeli memilih untuk belanja di pasar yang lebih mudah dijangkau dibandingkan harus datang ke PIP.

“Pemerintah harus adil menyikap persoalan ini. Harus ada ketegasan, terutama untuk menangani permasalahan pedagang pindahan ke PIP,” ujar dia.

Sebenarnya, sejak direlokasi setahun lalu, pemerintah telah mengatur sejumlah larangan dan hal yang diperbolehkan dalam Perbup. Pedagang kuliner atau pakaian masih bisa berjualan di Bomero, selama lapak mereka tidak berada di area trotoar melainkan di area rumah/rumah toko.

Komoditas diluar jenis-jenis tersebut, mutlak dilarang melakukan kegiatan jual beli. Apalagi, jika mereka beroperasi di titik-titik yang tidak sesuai ketentuan, maka harus segera ditertibkan.

Oleh karena itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur Muzani Saleh mengatakan, alasan para pedagang di Bomero tidak bisa dibenarkan. Apapun keadaannya, pada prinsipnya Bomero sudah harus steril dari kegiatan perdagangan.

“Sudah jelas ada larangannya sejak awal, tapi pedagang tetap saja tidak mengindahkan larangan itu. Makanya, kami tindak tegas dengan penertiban,” ujar dia.

Menurut Muzani, penertiban di tempat menjadi sanksi tegas yang diterapkan Satpol PP. Tidak ada toleransi, mengingat imbauan larangan berdagang sudah sejak lama diberikan.

Hanya saja, bukan pekerjaan mudah bagi Satpol PP untuk menertibkan puluhan pedagang yang terus datang ke Bomero. Muzani mengaku, kurangnya personil Satpol PP membuat petugas dan pedagang seringkali kucing-kucingan.

“Kami kesulitan melakukan pengawasan dan pembagian personil. Tidak bisa selalu standby di Bomero, karena ada penertiban di titik lain. Pedagang akhirnya memanfaatkan momen itu, untuk curi-curi waktu berdagang di Bomero,” ucapnya.

Muzani sangat menyayangkan hal tersebut, sebab pedagang lebih memilih untuk berdagang secara sembunyi-sembunyi di lokasi yang dilarang. Oleh karena itu, kini ia berupaya untuk membuat perubahan jadwal penertiban.

Ia mengatakan, akan mengupayakan pembagian personil sesuai jadwal dan memprioritaskan titik-titik tertentu untuk diawasi. Diharapkan, minimnya jumlah petugas tetap dapat memaksimalkan pengawasan.

“Sementara kami optimalkan dengan anggota yang ada dulu. Sejauh ini saya sudah ajukan penambahan personel, semoga segera terealisasi,” kata dia.***

Bagikan: