Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

Polisi Gadungan Beraksi, Warga pun Tertipu

Ani Nunung Aryani

CIREBON, (PR).- Seorang polisi gadungan yang mengaku anggota Intel Polda Jawa Barat diringkus. Polisi gadungan berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) itu ditangkap aparat Polres Cirebon Kota, karena perbuatannya yang telah memperdayai sejumlah orang.

Tak tanggung-tanggung, kelakuan kriminalnya sukses meraup uang hingga mencapai ratusan juta rupiah. Modus yang dilakukan polisi gadungan berinisial MKA (38) ini adalah menjanjikan bisa membantu seseorang menjadi PNS.

Selain itu, warga yang tercatat berdomisili di Talun, Kabupaten Cirebon, ini juga memberi janji manis berupa dapat mengupayakan seorang PNS untuk naik jabatan. Semua itu, dilakukan bila korban yang memiliki harapan menjadi PNS atau naik jabatan membayar sejumlah uang.

Aksi tipu-tipu yang selalu dijalankan polisi gadungan tersebut terbilang mulus, lantaran ia mengaku kenal dekat dengan sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon. Namun, petualangannya sebagai polisi gadungan harus berakhir, setelah korban yang geram melaporkan perbuatan jahatnya.

Kapolres Cirebon Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Roland Ronaldy melalui Kapolsek Lemahwungkuk Iptu Tarsiman, menjelaskan pihaknya langsung bertindak cepat begitu mendapat laporan dari warga. Ia menyebut terdapat sejumlah korban hasil penipuan tersangka.

Para korban yang berhasil ditipunya, terlanjur menyetorkan uang dengan nilai berbeda.

“Nilai uang yang disetorkan berbeda-beda. Ada yang memberikan Rp 4 juta, hingga ratusan juta,” katanya.

Mereka baru sadar tertipu setelah janji polisi gadungan itu tak kunjung terjadi. “Lowongan PNS atau jabatan yang dijanjikan tidak pernah ada,” ujarnya.

Kapolsek Lemahwungkuk Iptu Tarsiman menjelaskan, pada para korbannya MKA mengaku bertugas di wilayah 3 Cirebon. Karena gelagatnya meyakinkan, para korban pun mempercayainya.

Puluhan korban



Berdasarkan hasil pemeriksaan, tambah Tarsiman, jumlah korban polisi gadungan ini telah mencapai puluhan orang. Namun dari korban sebanyak itu, baru satu orang saja yang melapor.

“Kami menghimbau warga yang merasa tertipu oleh tersangka, agar segera melapor ke Polsek Lemahwungkuk,” ucapnya.

Selain menjanjikan bisa menjadikan seseorang jadi PNS hingga promosi jabatan, polisi gadungan ini juga mengaku bisa memasukan para korbannya menjadi pegawai rumah sakit.

“Bahkan anggota TNI tanpa tes,” katanya.

Atas perbuatannya, polisi gadungan itu dijerat dengan pasal 378 KUHPidana, dan pasal 372 KUHPidana tentang penipuan, yang ancaman hukumannya adalah 4 tahun penjara.***

 

Bagikan: