Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Badai petir, 22.3 ° C

Hujan Deras dan Puting Beliung Landa Kota Bogor, Satu Jiwa Melayang

WARGA Kelurahan Cipaku, Kota Bogor menunjukkan atap rumahnya yang rusak akibat terjangan puting beliung, Kamis (6/12/2018). Akibat puting beliung, puluhan rumah rusak, lima pohon tumbang, dan satu tewas tertimpa pohon.*
WARGA Kelurahan Cipaku, Kota Bogor menunjukkan atap rumahnya yang rusak akibat terjangan puting beliung, Kamis (6/12/2018). Akibat puting beliung, puluhan rumah rusak, lima pohon tumbang, dan satu tewas tertimpa pohon.*
BOGOR,(PR).- Hujan deras dan angin puting beliung menerjang kawasan Kecamatan Bogor Selatan, Kamis, 6 Desember 2018,sore. Akibat peristiwa tersebut, satu orang tewas di tempat akibat tertimpa pohon saat mengendarai mobil, dan Puluhan rumah dilaporkan rusak. Berdasarkan data yang diterima “PR” dari Kepolisian Bogor Selatan Polres Kota Bogor, hujan deras disertai angin puting beliung terjadi sekitar pukul 15.00. Putting beliung menerjang wilayah Kelurahan Cipaku, Kelurahan Batutulis, Kelurahan Pamoyanan, dan Kelurahan Lawanggintung.
Empat kendaraan dilaporkan tertimpa pohon yakni Ayla hitam bernomor polisi F 1577 RJ, angkutan umum nomor 14 , angkutan umum 02, dan Avanza Silver bernomor polisi F 1618 E. Satu penumpang mobil Avanza, Enny Reno (45), warga Klaster Bukit Nirwana, Kota Bogor dilaporkan tewas ditempat akibat tertimpa pohon. “Untuk lokasi pohon tumbang di Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, sementara lokasi rumah rusak di Kelurahan Cipaku, Batutulis, dan Pamoyanan. Untuk korban pohon tumbang langsung dievakuasi di RS PMI,” ujar Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Riyanto.
Puting beliung yang berlangsung sekitar 15 menit cukup membuat warga panik. Saat kejadian berlangsung, warga di sejumlah lokasi langsung mengungsi ke daerah yang lebih aman karena atap rumah mereka rusak tersapu angina. Herman (40), warga Kelurahan Cipaku mengatakan, atap rumahnya terbawa angin saat puting beliung melanda kawasan rumahnya.. "Anginnya kencang sekali, ditambah hujannya juga sangat deras. Awalnya saya dengar gemuruh besar, lalu atap rumah saya terbawa angina. Saya langsung lari ke dalam rumah, masuk ke kamar untuk berlindung,” kata Herman.
Selain rumah di perkampungan Cipaku, bangunan Stasiun Batutulis juga rusak berat akibat terjangan angin puting beliung. Herman dan warga lainnya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang tidak terkena angin puting beliung karena takut terjadi bencana susulan. “Semua warga panik, bingung, karena semua atap rumah di sini habis dibawa angin. Bahkan ada atap yang menutup jalan sampai ke Jembatan Cipaku,” ujarnya.***
Bagikan: