Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Umumnya berawan, 23.7 ° C

Pemerataan Guru Siap Diterapkan di Cianjur

Shofira Hanan
UPACARA peringatan hari guru nasional (HGN) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin, 26 November 2018.
UPACARA peringatan hari guru nasional (HGN) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin, 26 November 2018.

CIANJUR, (PR).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur siap menerapkan zonasi dan redistribusi guru. Meski Cianjur masih mengalami kekurangan guru, tapi rencana pemerintah pusat itu perlu didukung agar pemerataan pendidikan tak sekedar wacana.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cianjur Jumati mengatakan, pada prinsipnya guru selalu berupaya untuk mengabdi pada dunia pendidikan. Maka dari itu, tenaga pengajar di Cianjur diklaim siap untuk menerapkan zonasi di 1.300 sekolah dasar dan 300 sekolah menengah pertama yang ada.

“Guru itu siap tidak siap harus mau menerapkan aturan. Kapan pun dan dimana pun, mendidik itu suatu keharusan,” ujar Jumati, Senin 3 Desember 2018.

Menurut Jumati, prinsip dasar para guru didasari kondisi lapangan yang memperlihatkan belum meratanya kualitas pendidikan. Masih ada sarana belajar yang kekurangan dan kelebihan tenaga pengajar.

Hal tersebut, lantas membuat penumpukan terjadi di beberapa wilayah. Jumati melihat, cukup banyak penumpukan tenaga pengajar di area perkotaan dan Cianjur utara.

“Seharusnya jangan sampai ada penumpukan seperti itu, semua pelajar harus bisa menikmati pendidikan yang merata. Lebih bagus, kalau pihak terkait ikut verifikasi lokasi mana yang lebih membutuhkan guru,” ucapnya.

Namun Jumati mengingatkan agar pemerintah memperhatikan aspek lain dalam penerapan zonasi guru. Diantaranya, tempat tinggal guru, kondisi kesehatan, dan aspek pendukung kinerja yang harus terjamin.

Menurut dia, aspek kognitif dan motorik guru harus berimbang untuk mendukung program edukasi pada pelajar. Jangan sampai, proses rotasi atau perpindahan guru justru memperparah kondisi di lapangan.

“Pengkajiannya jangan tergesa-gesa, jangan sampai memindahkan seseorang tanpa memperhatikan hal-hal lainnya. Kalau kurang tepat, bisa mengganggu kinerja guru itu sendiri,” ujar dia.

Akan tetapi, ia tidak menyangkal, jika Cianjur kekurangan tenaga pengajar. Sekitar 8.000 guru yang ada, jumlah itu masih kurang memadai untuk ribuan sekolah yang tersebar.

Apalagi, banyak guru yang pensiun di tahun depan dan belum ada tenaga penggantinya. Setidaknya sudah lima tahun belum ada lagi pengangkatan guru PNS di Cianjur.

Mau tidak mau, akhirnya tenaga honorer yang dioptimalkan untuk mengisi kekurangan. “Pada akhirnya pemerintah benar-benar harus memperhatikan tenaga honorer juga. Karena, dedikasi mereka itu membantu penyelenggaraan pendidikan kita,” tuturnya.

Ia mengharapkan pelayanan pendidikan dapat sejalan dengan pelayanan yang baik bagi para pendidik. Apalagi, Cianjur baru saja memiliki sejumlah unit sekolah baru (USB) tingkat SMP, yang dinilai akan membutuhkan tenaga pendidik ke depannya.

Menambah akses pendidikan



Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur Cecep Sobandi mengatakan, penerapan zonasi guru daerah akan terus diperbaiki. Sistem tersebut sebenarnya sudah diterapkan pada tahun ajaran baru 2018 lalu.

“Keinginan Bupati Cianjur itu ada pemerataan pendidikan, makanya kami coba terapkan. Salah satunya juga dengan membuka lima sekolah baru 2018 ini, dan 16 sekolah baru di 2019 nanti,” ujar Cecep.

Para guru nantinya akan didistribusikan ke sekolah-sekolah tersebut, yang diharapkan dapat menambah akses pendidikan. Menurut dia, apa yang dilakukan itu menjadi upaya meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS). 

Cecep mengatakan, adanya program dari pemerintah pusat terkait zonasi akan disambut dengan baik. Hal itu menjadi kesempatan untuk Cianjur agar lebih baik lagi menerapkan sistem yang sama sesuai arahan pusat.

Seluruh upaya pemkab akan terus digencarkan, agar akses sekolah yang membaik dapat dibarengi dengan meningkatnya Angka Partisipasi Kasar (APK), dan Angka Partisipasi Murni (APM) yang saat ini masih cukup rendah.***

 

Bagikan: