Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Berawan, 20 ° C

Bertemu Saat Demonstrasi, Sepasang Pengemudi Ojek Online Akhirnya Menikah

Nurhandoko
USAI melaksanakan ijab kabul di KUA Ciamis, pasangan suami-istri Rizal (23) dan Yessi (20) berjalan kaki menuju tempat resepsi pernikahan massal di Saung Wina Jalan H Juanda Ciamis, Rabu 28 November 2018. Pengantin baru yang sama-sama berporfesi sebagai pengemudi ojek online itu merupakan  satu dari 10 pasangan yang mengikuti nikah massal.*
USAI melaksanakan ijab kabul di KUA Ciamis, pasangan suami-istri Rizal (23) dan Yessi (20) berjalan kaki menuju tempat resepsi pernikahan massal di Saung Wina Jalan H Juanda Ciamis, Rabu 28 November 2018. Pengantin baru yang sama-sama berporfesi sebagai pengemudi ojek online itu merupakan satu dari 10 pasangan yang mengikuti nikah massal.*

JODOH seseorang tidak tahu dimana datangnya. Demikian tampaknya jalan hidup yang dialami Rizal (23) dan Yessi (20). Keduanya dipertemukan saat mengikuti demonstrasi ojek online di Tasikmalaya. Kini keduanya menyatu dalam satu biduk pernikahan. 

Pasangan asal Tasikmalaya itu mengenakan baju pengantin putih senada yang terlihat ceria dan duduk berdampingan dengan sembilan pasangan pengantin baru lainnya usai mengikuti acara pernikahan gratis di Kantor KUA Ciamis, Rabu 28 November 2018. Acara dengan mengusung kampanye #nikahbarengwina itu digelar pengusaha Catering dan Wedding Preneur.

Tidak hanya menikah gratis, sepuluh pasangan yang tengah diliputi kebahagian tersebut juga mengikuti resepsi bersama di Saung Wina di Jalan Juanda, Ciamis.

Ratusan kerabat dan sanak saudara tampak memenuhi tempat tersebut. Tidak hanya itu, pengantin baru juga mendapat kado spesial menginap di salah satu hotel mewah di Kota Tasikmalaya.

Cinta bersemi di tengah demonstrasi



Pertemuan Rizal  dan Yessi hingga akhirnya menjadi suami-istri menarik dan tidak terduga. Keduanya mengaku bahwa pertemuan terjadi secara tidak sengaja. Keduanya bertemu saat mengikuti demonstrasi ojek online di Tasikmalaya. Ketika beristirahat, keduanya terlibat obrolan ringan mulai soal pekerjaan hingga kebiasaan.

“Saya juga tidak mengira kalau Yessi ternyata sama-sama pengemudi ojek online. Dari pertemuan pertama, dilanjutkan ke pertemuan di salah satu tempat mangkal ojek online di sekitar Universitas Siliwangi,” ujar Rizal sembari melirik Yessi yang baru saja dipersuntingnya.

Dari pertemuan pertama dan berikutnya, keduanya merasa ada kecocokan. Yessi juga akhirnya tahu bahwa suaminya tidak hanya pengemudi ojek online, tetapi punya pekerjaan yang lebih utama yakni di Dinas PUPR Tasikmalaya. Saat senggang, Rizal sering membawakan makanan untuk Yessy yang tengah menunggu penumpang.

 “Ya, pertemuan sekitar delapan bulan, sebelum menikah. Awalnya memang belum ada rasa, tetapi beberapa bulan terkahir ini lebih serius hingga akhirnya keinginan menikah dapat terwujud. Kami sangat bahagia,” ujarnya.

Keduanya juga mengaku saling tertarik dengan pribadi pasangannya. Rizal mengatakan, Yessi sebagai peremuan yang salehah menerima dia apa adanya dan dapat memahami keadaan. Demikian pula Yessi, memberi pujian suaminya sebagai sosok yang saleh dan dapat memahami dia. 

 “Suami saya itu orang yang saleh, sayang sama saya dan baik hati. Doakan ya semoga kami dapat membina keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah,” tutur Yessy sembari memegang telapak tangan suaminya.

Nikah massal



Pernikahan masal sepuluh pasangan itu baru pertama digelar pengusaha di Ciamis. Usia pasangan yang menikah di KUA Ciamis, paling tua berumur 60 tahun dan yang paling muda berusia 20 tahun. Dari KUA, pasangan nikah massal diarak naik odong-odong mengitari beberapa ruas jalan di pusat Kota Ciamis sebelum akhirnya ke tempat pelaminan di Saung Wina.

Tampak isitmewa, di ruang resepsi sudah menunggu Bupati Ciamis Iing Syam Arifin didampingi istri Ai Elah, Ketua Gabungan Organisasi Wanita Ciamis Siti Salamah Erisyadi, dan Ketua Pelaksana Nikah Masal Arie Perdana Soemantri.***

Bagikan: