Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

Geopark Ciletuh Jadi Objek Wisata Baru Terpopuler

PENGUNJUNG berdiri di atas lokasi Curug Awang, di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Salah satu tujuan wisata kawasan Geopark Ciletuh yang memiliki ketinggian sekitar 40 meter dan lebar 60 meter itu, disebut  oleh pengunjung sebagai Niagara Mini karena saat musim hujan seluruh bagian curugnya dipenuhi air yang mengalir deras dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.*
PENGUNJUNG berdiri di atas lokasi Curug Awang, di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Salah satu tujuan wisata kawasan Geopark Ciletuh yang memiliki ketinggian sekitar 40 meter dan lebar 60 meter itu, disebut oleh pengunjung sebagai Niagara Mini karena saat musim hujan seluruh bagian curugnya dipenuhi air yang mengalir deras dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.*

SUKABUMI, (PR).- Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menjadi objek wisata baru terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API). Ajang Anugerah Pesona Indonesia merupakan kegiatan pemberian penghargaan yang digelar Kementerian Pariwisata.

"Alhamdulillah Geopark Ciletuh Palabuhanratu yang belum lama ditetapkan UNESCO menjadi geopark dunia, bisa menduduki peringkat ketiga pada API sebagai objek wisata baru terpopuler," kata Bupati Sukabumi, Marwan Hamami di Sukabumi, Sabtu, 24 November 2018.

Menurutnya, penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata merupakan kebanggaan dan juga motivasi pihaknya untuk terus menggenjot keberadaan objek wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi baik dari segi sarana dan prasarana maupun promosi.

Pihaknya juga tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan itu karena ada 18 kriteria penilaian yang ditetapkan oleh pihak panitia. Geopark Ciletuh Palabuhanratu menempati posisi ketiga dengan kategori tempat wisata baru terpopuler berdasarkan hasil 7,2 juta tautan serta 4,28 juta tautan pemberitaan.

Penghargaan ini diharapkan bisa semakin meningkatkan kedatangan wisatawan nasional dan mancanegara. Imbasnya, bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. "Infrastruktur lanjutan kami persiapkan pada 2019 yang akan berdampak bagi wirausaha baru. Masyarakat harus siap menghadapi kondisi semakin majunya dunia pariwisata," tambahnya.

Pihaknya juga akan membenahi persoalan-persoalan yang terjadi dalam wisata sesuai rujukan UNESCO. Namun, pembenahan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, karena peran masyarakat juga penting.

Bantuan dari masyarakat salah satunya bisa memuliakan bumi dengan menjadikannya satu nilai kesejahteraan serta melakukan pemeliharaan dengan menjaga potensi lingkungan agar tetap asri dan bersih. Anugerah Pesona Indonesia (API) merupakan ajang penghargaan terhadap destinasi tempat wisata di seluruh Indonesia yang dilaksanakan setiap tahun oleh Kemenpar.***

Bagikan: