Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 19.4 ° C

Tol Japek Macet, Menhub Hentikan Sementara Proyek Kereta Cepat dan LRT

Satrio Widianto

BEKASI, (PR).- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menghentikan sementara dua pekerjaan proyek infrastruktur guna mengurangi kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek). Kedua proyek itu adalah pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung oleh KCIC dan kereta ringan (LRT) Jabodebek di KM 11 sampai 17, yang merupakan titik terpadat terjadinya kemacetan.

“Kita akan minta LRT dan KCIC (kereta cepat) tidak dulu berkonstruksi di daerah kilometer 11 sampai kilometer 17. Jadi sementara ini tidak ada kegiatan di sana. Kami juga akan mengevaluasi kegiatan Waskita Karya interchange di kilometer 24,” kata Menhub seusai mengadakan rapat penanganan kemacetan Tol Japek, di Bekasi Timur, Rabu 20 November 2018.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, perwakilan dari Korlantas Polri, dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi. 

Adanya beberapa pembangunan Proyek Strategis Nasional di lintas Tol Jakarta-Cikampek seperti pembangunan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek, Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, dan LRT Jabodebek, berdampak pada meningkatnya kemacetan lalu-lintas di jalan tol tersebut.

Menhub meminta penghentian pekerjaan proyek ini dilakukan dalam beberapa bulan ke depan atau jika dimungkinkan hingga jelang Lebaran tahun depan. Dia mengimbau pekerja kedua proyek memindahkan pekerjaan di lokasi lain terlebih dahulu, dan lebih mengutamakan pengerjaan tol Jakarta-Cikampek elevated yang progresnya telah mencapai 57,5 persen.

“Konstruksi kita akan hitung lagi kalau saya lihat paling tidak tiga atau empat bulan, untuk itu yang kita kasih prioritas proyek tol elevated, ” ujarnya.

Ia pun meminta kepada PT Jasa Marga sebagai penanggung jawab pekerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated benar-benar menyusun rencana agar supaya pekerjaan ini tidak mengganggu lalu lintas.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani menyebut target penyelesaian pengerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated sangat ketat. Hal ini dikarenakan tol Trans Jawa tidak lama lagi akan segera dioperasikan.

“Tidak lama lagi Trans Jawa akan beroperasi tetapi ditahan di Jakarta-Cikampek karena Jakarta-Cikampek belum selesai. Oleh karena itu manfaatnya masih kurang optimal, sehingga dari Jakarta ke Surabaya itu masih tersendat hanya di Jakarta-Cikampek. Untuk itu kita ingin memaksimalkan supaya Trans Jawa ini bisa betul-betul bermanfaat optimal,” ujar Desi.

Penerapan ganjil genap



Desi mengimbau masyarakat yang hendak melalui ruas tol Jakarta-Cikampek agar melakukan perjalanan pada siang hari. Hal ini mengingat window time (waktu) pengerjaan proyek di ruas tol tersebut adalah pada pukul 22.00 - 06.00 WIB.

Upaya lain yang akan dilakukan untuk meningkatkan kelancaran dan kecepatan di ruas tol Japek, yaitu usulan untuk memperpanjang penerapan ganjil-genap dan pembatasan angkutan barang lebih panjang dari pukul 06.00 s.d 09.00 WIB, menjadi pukul 05.00 s.d 10.00 WIB di sejumlah gerbang tol arah Jakarta. Hal itu agar lebih berdampak pada kelancaran lalu lintas di tol Japek.

Terkait kebijakan ganjil-genap, Sekretaris Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Hindro Surahmat menjelaskan pihaknya tengah melakukan sosialisasi pemberlakuan ganjil-genap di Gerbang Tol (GT) Tambun hingga akhir November, sebelum sepenuhnya diberlakukan.

Hindro mengatakan, BPTJ menyiapkan sejumlah angkutan massal yaitu bus premium, sebagai transportasi pilihan selain kendaraan pribadi bagi masyarakat yang ingin menuju ke arah Jakarta.

Kebijakan ini sejalan dengan tiga paket kebijakan yang telah berlaku sebelumnya di GT Bekasi Barat dan GT Bekasi Timur sejak Maret 2018 lalu. Yaitu kebijakan ganjil-genap di pintu tol, pembatasan jam operasional angkutan barang golongan III, IV dan V, serta pemberlakuan lajur khusus angkutan bus di tol yang berlaku setiap Senin s/d Jum’at pukul 06.00 – 09.00 WIB kecuali hari libur nasional. 

Selain penerapan ganjil-genap dan pembatasan angkutan barang, upaya lain yang akan dilakukan yaitu menindak tegas kendaraan truk yang over dimensi dan over loading (ODOL).***

 

Bagikan: