Pikiran Rakyat
USD Jual 14.365,00 Beli 14.065,00 | Umumnya cerah, 21.2 ° C

Warga Garut Sempat Mengira Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi sebagai Pelaku Kriminal Biasa

TIM Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah kios tempat perisitiwa pembunuhan satu keluarga, di kawasan Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat, Selasa 13 November 2018. Puslabfor Mabes Polri memeriksa sejumlah ruangan rumah milik satu keluarga yang tewas itu guna keperluan penyilidikan lebih lanjut. *
TIM Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah kios tempat perisitiwa pembunuhan satu keluarga, di kawasan Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat, Selasa 13 November 2018. Puslabfor Mabes Polri memeriksa sejumlah ruangan rumah milik satu keluarga yang tewas itu guna keperluan penyilidikan lebih lanjut. *

GARUT, (PR).- Pembunuh satu keluarga di Bekasi ditangkap di kaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Rabu 14 November 2018. Peristiwa itu diketahui warga yang heran atas penangkapan terhadap seseorang oleh sejumlah pria berpakaian preman.

Seorang warga Kampung Babakanjambe, Desa Pasawhan, Kecamatan Tarogong Kaler, Sigit Zulmunir (34), membenarkan penangkapan oleh sejumlah orang yang diduga polisi berpakaian preman itu. Menurutnya, warga sekitar tidak begitu memperhatikan peristiwa tersebut karena mengira yang ditangkap merupakan pelaku kejahatan biasa.

"Memang tadi (Rabu) malam kami sempat melihat ada sejumlah orang berpakaian preman, menangkap sesorang yang sama sekali tak kami kenali. Hal itu terjadi di jalan menuju jalur perkemahan di kawasan Gunung Guntur," ujar Zulmunir, Kamis 15 November 2018.

Warga, lanjut dia, baru mendengar informasi bahwa yang ditangkap tersebut merupakan pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Selasa 13 November 2018. Setelah itu, warga pun ramai membicarakan peristiwa penangkapan tersebut.

“Warga yakin saat ditangkap, pelaku pembunuhan itu akan melakukan pendakian ke Gunung Guntur. Kecurigaan ini dinilai cukup beralasan mengingat saat ditangkap orang tersebut sedang berada di jalan yang menuju jalur pendakian Gunung Guntur,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku langsung dibawa ke Polda Metro Jaya. Seperti diketahui, pada Selasa itu pelaku melakukan pembunuhan terhadap Diperium Nainggolan (38) beserta istri dan kedua anaknya, di Bojong Nangka RT 2 RW 7, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Diperium dan sang istri, Maya boru Ambarita (37), ditemukan tewas di dalam rumahnya dengan luka sayatan di bagian leher. Adapun kedua anaknya, Sr (9) dan Ar (7), ditemukan tak bernyawa di atas kasur.

"Kalau kedua anaknya, kemungkinan dicekik dan dibekap. Namun pastinya keempat jenazah korban akan diautopsi, tadi sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati," kata Kepala Polrestro Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto.

Jajaran kepolisian pun membentuk tim gabungan beranggotakan personel Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota dan Plolda Metro Jaya, guna mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan satu keluarga tersebut.(Aep Hendy S)***

 

Bagikan: