Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Umumnya berawan, 24.6 ° C

Mahasiswa Anggota Kelompok Pecinta Satwa Ditangkap karena Jual Beli Hewan Langka

Tati Purnawati
KAPOLRES Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi  Mariyono tengah memperlihatkan sejumlah satwa dilindungi dan pelaku yang memperjualbelikan satwa tersebut, Senin 12 November 2018. kepolisian menangkap seorang tersangka yang memperjualbelikans atwa dilindungi jenis kukang serta dua ekor landak Jawa.*
KAPOLRES Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono tengah memperlihatkan sejumlah satwa dilindungi dan pelaku yang memperjualbelikan satwa tersebut, Senin 12 November 2018. kepolisian menangkap seorang tersangka yang memperjualbelikans atwa dilindungi jenis kukang serta dua ekor landak Jawa.*

MAJALENGKA, (PR).- Seorang anggota kelompok pecinta satwa yang juga mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta Faisal Mazmudin (22), warga JL Ahmad Kusuma, Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka ditangkap. Polisi menciduknya karena diketahui menyimpan, dan memelihara serta memperjualbelikan satwa dilindungi.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa 2 ekor landak jawa (Hystrix Javanica) berikut kandang terbuat dari besi, 2 ekor burung kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea) bersama kurungnya , 1 ekor kukang (Nycticebus Javanicus) berikut kandang terbuat dari besi. Selain itu juga sebuah handphone merk Xiaomi Red mi warna hitam, 1 buah buku tabungan bank BNI Syariah norek : 1019337584. An.YN, 1 buah sarung tangan serta sebuah gelang tangan warna merah.

Pada kesempatan tersebut juga ada sejumlah warga yang menterahkan satwa dilindungi secara sukarela. Di antaranya, 2 ekor burung kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea) bersama kurungnya, burung nuri bayan, nuri raja ambon,  soa, dan trenggiling

Menurut keterangan Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono disertai kasat Reskrim Ajun Komisaris M.Wafdan Muttaqin, penangkapan terhadap  tersangka FN dilakukan pada Minggu 11 November 2018 sore. Setelah kepolisian mendapat laporan dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) yang menyebutkan terjadi jual beli satwa langka dan dilindungi melalui media sosial Facebook.

Setelah adanya laporan tersebut pihak kepolisian segera melacak pemilik facebook yang dilapoporkan BKSDA tersebut  dan ternyata berada di wilayah hukum Polres Majalengka.

“Setelah itu segera dilakukan proses penyelidikan hingga akhirnya diketahui plakunya adalah FN, setelah itu  diselidiki ke rumahnya ditemukan sejumlah satwa yang dilindungi yang dikurung di dalam sangkar besi. Tersangka langsung dilakukan penangkapan bersama barang bukti,” kata Kapolres Mariyono.

Terhadap tersangka akan dikukan proses penyidikan lebih lanjut berdasarkan bukti permulaan yang cukup. 

Jualan COD lewat Facebook



Berdasarkan keterangan sementara dari tersangka, dia memelihara dan memperjual belikan satwa dilindungi dengan cara bergabung dengankomunitas pencinta satwa. Setelah mengetahui ada sejumlah warga yang memiliki satwa dia kemudian membeli satwa tersebut, dipeliharanya  di  rumahnya. Sambil dipelihara satwa tersebut  dia iklankan melalui sosial media dan berupaya menjualnya lewat COD (Cash On Delivery).

“Jika di Facebook ada yang berminat, maka mereka saling tukar nomor telpon untuk memudahkan komunikasi dan pertemuan diantara penjual dan pembeli sekaligus menentukan lokasi transaksi jual beli satwa tersebut. Hanya untuk pembayaran dilakukan melalui transper melalui ATM Bank BNI Syariah dengan norek : 1019337584 atas nama YN,” kata Kapolres.

FN sendiri mengaku membeli satwa tersebut dari penangkap dan baru kali ini memperjualbelikan satwa tersebut.

Disampaikan Kapolres, atas perbuatannya FN akan dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 huruf A Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta.

Sementara itu, Kepala BKSDA Wilayah III Cirebon Slamet mengatakan akan melakukan pemeriksaan kesehatan satwa langka yang berhasil diamankan bersama Polres Majalengka. Jika memungkinkan, satwa tersebut akan segera dilepaskan ke alam liarkan dihabitatnya.

"Hanya jika ada satwa yang kondisinya masih sakit akan kami rawat terlebih dahulu," ucap Slamet.

Sementara itu sebelumnya kepolisian juga telah melakukan sosialsiasi kepada masyarakat menyangkut satwa dilindungi serta ancaman hukuman yang dibebankan kepada pemelihara atau memperjual belikan satwa . Hingga pada saat yang sama ada sejumkah masyarakat yang bersedia menyerahkan burung nuri bayan, nuri raja ambon, kakatua putih besar  dan trenggiling.***

Bagikan: