Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 20.9 ° C

Dedi Mulyadi Ingatkan Caleg Partai Golkar Tak Berebut Pemilih

Nurhandoko
KETUA DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi  di Kantor DPD Golkar Jabar Jalan Maskumambang, Kota Bandung pada Selasa 3 Juli 2018. Golkar Jabar siap usung Airlangga sebagai Cawapres Jokowi.*
KETUA DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi di Kantor DPD Golkar Jabar Jalan Maskumambang, Kota Bandung pada Selasa 3 Juli 2018. Golkar Jabar siap usung Airlangga sebagai Cawapres Jokowi.*

CIAMIS,(PR).- Calon wakil rakyat Partai Golkar yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar 10, dikumpulkan serentak di Ciamis, Kamis 8 November 2018. Mereka mendapat gemblengan semangat dari Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi, dan Bapilu Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa.

Di antara ratusan caleg partai Golkar dari wilayah Kabupaten Ciamis, Kuningan, Pangandaran dan Kota Banjar, tampak caleg DPRD Jabar Engkon Komara yang merupakan mantan Bupati Ciamis dan Herman Sutrisno, mantan wali Kota Banjar. 

Dedi Mulyadi  dengan ciri khasnya mengenakan iket kepala, tidak hanya memberikan arahan, akan tetapi juga memberikan jurus atau teknik dalam memenangkan pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden. Mulai dari perekrutan saksi hingga memerkuat ikatan emosional dengan pemilih.

Di depan ratusan caleg, Dedi mengingatkan agar tidak menyelepekan keberadaan pemilih perempuan. Salah satu alasannya karena peremuan dinilai lebih loyal, sehingga harus mendapatkan perhatian.

Ia menilai perempuan memegang peran penting dalam perhelatan Pileg maupun pilpres.

“Perempuan lebih loyal. Namun demikian pemilih lainnya juga tetap mendapatkan perhatian. . Saya juga minta agar sesama caleg dari Partai Golkar tidak saling berebut pemilih, akan tetapi saling memberikan dukungan,” kata Dedi Mulyadi, di Gedung Partai Golkar Ciamis, Kamis 8 November 2018.  

Sementara itu Bapilu Partai Golkar wilayah DKI Jakarta, Jabar dan Banten, Agun Gunandjar Sudarsa, mengingatkan seluruh caleg DPRRI, dan DPRD  saling bersinergi, sehingga pada akhirnya menjadi sebuah kekuatan besar.

“Saya tekankan agar seluruh caleg golkar saling mendukung, menyamakan konsepsi dan gagasan demi meingkatkan kesejahteraan masyarakat. Ingat, Golkar kembali ke akar. Akar Golkar ada di desa,” kata Agun.

Terpisah caleg DPRD Jabar Engkon Komara dan Herman Sutrisno menyatakan memahami perjuangan Golkar dalam menghadapi Pileg maupun Pilpres. Keduanya juga sepakat tidak saling merebut dukungan di wilayah yang sama.  

Golkar hormati keputusan mundur Bupati Indramayu



Berkenaan dengan mundurnya Bupati Indramayu Anna Sophanah, Dedi Mulyadi menegaskan menghormati keputusan tersebut. Pengunduran diri Anna, berdasarkan alasan ingin konsentrasi dan menikmati hidup bersama keluarga.

“Itu hal yang wajar, Bu Anna akan konsentrasi ke keluarganya. Karena mungkin orang sudah lama menjabat, sehingga ingin menikmati hidup bersama Pak Yance dan cucu- cucunya. Wajar," tutur Dedi.

Dedi menyatakan pengganti Bupati Indramayu, tetap berasal dari partai Golkar. Hal itu berkenaan pasangan Bupati dan wakil Buati Indramayu berasal dari Partai Golkar.

“Wakil bupati menggantikan bupati yang juga sama dari Golkar. Untuk ikut membangun, tidak mesti berada di depan, bisa saja dari belakang. Yang penting regenerasi di Indramayu berjalan baik, bersama membangun Indramayu,” ujarnya.***

 

Bagikan: