Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Tebing Ambrol, Ratusan Hektare Sawah tak Dapat Pasokan Air

Nurhandoko
Sawah.*
Sawah.*

CIAMIS,(PR).- Tebing Sungai Cikelebut Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis ambrol sepanjang 60 meter. Kejadian yang dipicu turunnya hujan ini, mengakibatkan ratusan hektare persawahan di tiga desa wilayah Kecamatan Cisaga tidak mendapat pasokan air.

Dari informasi yang dihimpun Selasa 6 November 2018, ambrolnya tebing sungai sepanjang 60 meter itu memiliki ketinggian yang bervariasi, mulai dua hingga lima meter. Selain ambrol, sebagian lainnya menyisakan retak mulai setengah meter hingga lebar tiga meter.   

Sebelum kejadian di lokasi yang saat ini ambrol, sudah terlihat tanda-tanda berupa retakan memanjang. Seiring dengan mulai turun hujan, debit air meningkat di aliran Sungai Cikelebut yang tidak begitu lebar itu.

Derasnya aliran air tidak hanya mengikis tebing, tetapi juga masuk ke dalam retakan. Karena tidak mampu menahan beban, tebing pun ambrol.

Begitu ambrol, air sungai langsung tumpah ke persawahan di bawahnya. Beberapa petak sawah juga rusak akibat digerus air yang mengalir cepat. Dikhawatrikan tebing yang ambrol bakal semakin panjang, karena di beberapa bagian muncul retakan baru.

“Saat tebing ambrol, seluruh air sungai tumpah masuk persawahan di bawahnya, hingga beberapa petak sawah rusak. Tapi air juga tidak sampai ke permukiman karena lokasinya cukup jauh dari rumah warga,” tutur Kepala Desa Bunter Tarso Rahman.

Dia menambahkan kejadian tersebut mengakibatkan persawahan yang mengandalkan pasokan air dari Sungai Cikelebut, terancam tidak bisa ditanami akibat tidak mendapat air. Selain di wilayah Bunter, sebagian persawahan yang tidak mendapat air berada di wilayah Kecamatan Cisaga.

“Dampaknya sampai ratusan hektar sawah tidak mendapat air. Kami berharap instansi terkait dapat mengambil langkah agar aliran air sungi bisa kembali mengalir ke persawahan. Mungkin bisa dipasang pipa paralon besar,” ujarnya.

Tiga desa terdampak



Terpisah, Camat Cisaga Dede Suparman membenarkan jika dampak ambrolnya tebing Sungai Cikelebut ini mengakibatkan persawahan di tiga desa mengalami kekurangan air. Ketiga desa yang terkena dampak langsung dari kejadian itu yakni Desa Danasari, Tanjanngjaya dan Kepel.

“Sedikitnya ada 138 hektare persawahan yang terancam tidak dapat dolah karena tidak mendapat air. Selama ini sumber pengairan persawahan di wilayah tersbeut berasal dari Sungai Cikelebut,” katanya.

Dede Suparman juga berharap agar aliran air sungai dapat kembali dialirkan untuk mengairi persawahan di tiga desa tersebut. Salah satu cara cepat mengatasi kondisi itu yakni memasang pipa paralon berukuran besar, sehingga air dapat kembali dialirkan.

“Kami juga berharap agar segera diperbaiki, sehingga petani dapat segera mengolah sawah untuk persiapan tanam. Sebelum dilakukan perbaikan permanen, sementara dapat dipasang paralon,” ujar Dede Suparman.***

 

Bagikan: