Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sedikit awan, 24.7 ° C

Sopir Bus Pengangkut Rombongan Al-Masoem Jadi Tersangka, Begini Kata Polisi

Fani Ferdiansyah
BUS Pariwisata DMH Trans terguling di Jalan Raya Banjar-Pangandaran, di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran, Sabtu 27 Oktober 2018.*
BUS Pariwisata DMH Trans terguling di Jalan Raya Banjar-Pangandaran, di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran, Sabtu 27 Oktober 2018.*

BANDUNG, (PR).- Kepolisian Resor Ciamis menetapkan sopir Bus Pariwisata DMH Trans yang terguling di Jalan Raya Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, sebagai tersangka. Bus pengangkut rombongan Yayasan Al-Masoem itu mengalami kecelakaan tunggal, setelah sopir berusaha menyalip pengendara sepeda motor yang berada di depan jalurnya.

Kepala Kepolisian Resor Ciamis AKBP Bismo Teguh mengatakan, penetapan status tersangka bagi sopir didasarkan atas hasil pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara.

"Kami tetapkan pengemudi bus sebagai tersangka," kata Bismo, seperti ditulis Kantor Berita Antara, Sabtu 27 Oktober 2018.

Menurutnya penetapan tersangka itu berdasarkan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan unsur kelalaian sopir saat melajukan bus, sehingga terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Raya Pangandaran, Lembah Putri, Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang.

"Setelah diperiksa pengemudi lalai, sehingga mengakibatkan puluhan orang luka-luka," ujarnya.

Akibat perbuatannya itu tersangka sopir bus inisial DH harus menjalani pemeriksaan hukum dan terancam hukuman kurungan penjara. Sebelumnya, bus pariwisata nomor polisi D 7570 VC itu terguling di tengah jalan.

Insiden ini berawal ketika bus melaju dari arah Ciamis menuju Pangandaran berusaha menyalip pengendara sepeda motor. Namun dari arah berlawanan muncul kendaraan lain hingga akhirnya sopir bus membantingkan laju kendaraannya ke arah kiri.

Bus tersebut keluar badan jalan kemudian menabrak hingga akhirnya oleng dan berhenti setelah terguling di tengah jalan. Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya menyebabkan beberapa penumpang luka-luka hingga harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Kota Banjar.

"Kendaraan yang berangkat ke Pangandaran ada 14 bus. Bus yang kecelakaan bus ke-13. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa," kata Anggota Relawan SAR dan Pecinta Alam Pangandaran Iwan Irawan dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM.

Iwan menjelaskan,"Sopir mencoba mengerem, mesin bus mati sehingga kendaraan tidak terkendali”.

Menurut Iwan, saat kejadian, kondisi jalan licin karena wilayah Banjar sempat diguyur hujan. Bus tersebut terguling dalam posisi yang melintang di badan jalan sehingga membuat arus lalu lintas di Jalan Raya Banjar-Pangandaran tersendat.

"Pukul 7.20 WIB bus berhasil dievakuasi sehingga lalu lintas kembali normal. Kabarnya rombongan hendak berwisata ke Pangandaran dengan tujuan Batu Karas," katanya.***

 

Bagikan: