Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.7 ° C

Angkat Pamor Pangandaran, Bupati Jeje Ingin Pelajari Keberhasilan Wisata Banyuwangi

Agus Kusnadi
Ikon tugu ikan merlin di beranda Pangandaran.*
Ikon tugu ikan merlin di beranda Pangandaran.*

PARIGI,(PR).- Pemerintah daerah mulai melakukan penataan di tiga lokasi obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran pada tahun anggaran 2019 besok.

"Tiga lokasi tersebut adalah Pantai Barat dan Timur Pangandaran, pantai Batu Hiu di Parigi dan pantai Karapyak di Kalipucang," ungkap Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata, Minggu, 21 Oktober 2018.

Sementara untuk penataan di obyek wisata pantai Batukaras di Cijulang menurut Jeje, akan dilakukan setelah penataan di tiga lokasi tersebut.

"Kalau penataan pantai Batukaras harus membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena harus memindahkan dan menempatkan perahu-perahu nelayan yang ada di kawasan pantai Batukaras terlebih dahulu," ucap Jeje.

Jeje mengatakan, dia akan mulai fokus menata pantai Batu Hiu dan Karapyak yang diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp 15 miliar.

"Tahun depan Pantai Barat dan Timur Pangandaran akan ditata, dan pendanaannya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Maka saya mulai fokus menata pantai Batu Hiu dan Karapyak," ujar Jeje.

Jeje mengatakan untuk penataan pantai di Pangandaran tidak mau dilakukan setengah-setengah. "Harus totalitas," ucapnya.

Lanjut Jeje, untuk pantai Batu Hiu dan Karapyak akan dianggarankan kurang lebih senilai Rp 15 miliar. Dari anggaran tersebut, Rp 10 miliar untuk penataan Batu Hiu dan Rp 5 miliar untuk Pantai Karapyak.

Jeje mengatakan ia akan segera menghadap ke Kementerian Pariwisata untuk menindaklanjutinya.

"Kita sudah menyampaikan bahwa Pemprov sudah menyanggupi akan membantu anggaran untuk penataan pantai barat dan timur Pangandaran. Maka kita akan meminta bantuan ke Kementerian Pariwisata untuk membantu dalam penataan pantai Batu Hiu dan Karapyak," tuturnya.

Untuk jumlah kunjungan wisata ke Pangandaran hingga Oktober 2018 ini menurut Jeje, mencapai 3.3 juta orang. Maka dengan banyaknya kunjungan wisatawan, kata Jeje akan menjadi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Jeje pun menyampaikan, pemerintah daerah akan terus berupaya agar semua kemajuan dan pembangunan yang sedang dilakukan dapat dinikmati semua pihak.

Sebelumnya pantai Pangandaran di Jawa Barat tahun depan akan ditata untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia. Desain penataan sedang dibahas bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, mulai awal tahun ini lebih dari 1.600 pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir pantai telah direlokasi. Saat ini, pantai Pangandaran sudah bersih.

Menurut Jeje, kunjungan ke Pangandaran juga meningkat dengan tajam. Sampai akhir Oktober 2018, kunjungan wisata ke destinasi ini sudah mencapai 3,3 juta orang.

Ke depan diharapkan kunjungan ke Pangandaran meningkat lagi dan menjadi ikon wisata Jawa Barat.

Untuk itu, kata Jeje, bersama Ridwan Kamil, pihaknya sudah membahas tentang penataan pantai ini.

Gayung bersambut. Gubernur Jabar juga punya program sama, yaitu ingin menaikkan kelas wisata ini.

"Pak Ridwan Kamil ingin Pangandaran seperi Hawai, sehingga kelas menengah juga berdatangan. Untuk itu, dibutuhkan penataan pantai berkelas," kata Jeje.

Rencananya, lanjut Jeje, Jabar membiayai penataan pantai ini antara Rp 40 miliar sampai Rp 65 miliar. 

"Tentu ini cukup membanggakan bagi warga Pangandaran," katanya.

Penertiban PKL dan aktivasi rel



Saat ini, desain penataan sedang disusun dan terus didiskusikan bersama Ridwan Kamil. Menurut Jeje, desain akan disusun sebagus mungkin dan berkelas dunia.

Selain penataan pantainya, katanya, Bandar Udara Nusawiru juga akan ditata. Dengan harapan ada penerbangan masuk dari Jakarta dan Bandung ke Pangandaran.

Gubernur, kata Jeje, menilai Nusawiru kurang asri dan landasannnya kurang panjang. Dirinya diminta melakukan studi banding ke Banyuwangi untuk bekal penataan Nusawiru.

"Artinya kalau pantai sudah bagus, nanti ada penerbangan, sehingga kelas menengah masuk. Lalu, nanti jalur kereta juga direncanakan oleh Jabar dibuka," katanya.

Jalur kereta dimaksud, yaitu yang menghubungkan Banjar ke Pangandaran. Jalur ini pernah dibuka, namun pada tahun 1980-an ditutup. Saat ini, jalur tersebut akan dibuka kembali untuk mendukung wisata.

Untuk membuka kembali jalur rel, katanya, tahun 2019 akan dilakukan kajian. Jika selesai, maka tahun berikutnya jalur rel diperbaiki. 

"Kemungkinan tahun 2021, jalur kereta bisa beroperasi sebagaiamana disampaikan gubernur dalam rapat," kata dia.***

Bagikan: