Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

KONI Sukabumi Usulkan Besaran Bonus Atlet Peraih Medali Porda Jabar

Ahmad Rayadie

PALABUHANRATU, (PR).- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sukabumi, Jumat 19 Oktober 2019, mengusulkan besaran perolehan bonus bagi sejumlah atlet yang memperoleh medali. Usulan tersebut dilayangkan ke Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pemuda dan Olahragara, meski hingga saat ini belum diperoleh jawaban resmi.

Beberapa waktu lalu Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menyatakan akan memberikan bonus bagi atlet peraih medali emas di Porda XIII Kabupaten Bogor, sebesar Rp 35 juta. Sementara untuk atlet peraih medali perak dan perunggu, belum ada kejelasan hingga Porda berlangsung.

"Karena itu, kami mengusulkan agar pemda dapat memberikan bonus bagi atlet peraih medali perak sebesar Rp 25 juta dan  Rp 17.5 juta bagi atlet peraih medali perunggu. Mudah-mudahan usulan kami dapat direalisasikan pemerintah daerah secepatnya, " kata Ketua KONI Kabupaten Sukabumi, Deden Achadiyat. 

Bila dibandingkan empat tahun lalu, tambah dia, peraihan medali bagi kontingen Kabupaten Sukabumi mengalami lonjakan hingga mencapai 45 medali, dari sebelumnya sebanyak 29 medali. Hanya saja, peroleh medali emas berkurang dari sebelumnya yang mengantongi 16 emas, kini pada Porda XIII lalu, hanya mendapatkan 14 emas.

"Secara otomatis, rangking peraihan medali kontingen turun berada diurutan ke lima belas dengan perolehan empat belas emas, tiga belas perak, dan delapan belas perunggu. Sementara empat tahun lalu, kita berada diurutan tiga belas dengan perolehan enam belas emas, empat perak dan sembilan perunggu," ujarnya.

Ia menilai peluang mendapatkan medali emas sempat terbuka. Hanya saja peluang tersebut berlalu setelah atlet cabang olahraga atletik kandas karena  hijrah secara sepihak menjadi atlet kontingen Kabupaten Bekasi.

Anjasari Dewi yang sebelumnya diharapkan mampu memberikan andil peroleh medali emas bagi kontingen Kabupaten Sukabumi, ternyata berpihak ke Kabupaten Bekasi. 

"Peluang untuk mendapatkan tiga hingga empat medali emas, gagal. Sehingga proyeksi mendapatkan emas dari cabor atletik dari empat hanya satu medali emas saja," katanya.

Hormati keputusan



Kendati menghormati keputusan Dewan Hakim Porda Jabar XIII, Deden mengakui ada sejumlah persoalan yang masih belum dipahami terkait atlet Anjarsari Dewi.

"Dewan hakim menyatakan gugatan KONI Kabupaten Sukabumi tidak beralasan untuk mempertanyakan status Anjarsari Dewi, karena berdasarkan status domisili berada di wilayah Kota Sukabumi. Padahal selama ini dia dibina menjadi atlet asal Kabupaten Sukabumi dari cabor atletik," katanya.

Selain itu, tambah dia,  berdasarkan babak kualifikasi (BK), Anjarsari Dewi terlambat ditetapkan menjadi bagian dari atlet Kabupaten Sukabumi, sesuai keputusan BK No 14/SK-Hbk/Pasi-Jabar/Tim/IV/2018 tentang penetapan hasil BK yang dinyatakan lolos mengikuti Porda Jabar XIII/2018, awal April lalu.

"Namun ironisnya, pemprov menetapkan status atlet atletik itu menjadi bagian dari kontingen Kabupaten Bekasi setelah dua bulan sebelumnya ditetapkan. Sehingga keberdaan atlet tersebut cacat formal, terkesan menggunakan aturan karet," ujarnya.***

 

Bagikan: