Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sedikit awan, 25.8 ° C

MUI Cianjur Perintahkan Semua Masjid Bahas LGBT dalam Khotbah Jumat

Shofira Hanan
Aksi Tolak LGBT
Aksi Tolak LGBT

CIANJUR, (PR).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cianjur mengimbau agar tokoh agama menyampaikan ceramah terutama khotbah Jumat terkait LGBT di setiap masjid. Pendekatan agama, dipilih sebagai upaya antisipasi perilaku menyimpang karena dianggap sebagai pendekatan paling mendasar bagi umat beragama.

Wakil Ketua Umum MUI Cianjur Ahmad Yani mengatakan, setelah rapat koordinasi bersama Forum Pimpinan Daerah, didapatkan sejumlah solusi untuk mengatasi dan mengantisipasi penyakit masyarakat. Terutama, persoalan LGBT yang saat ini turut menyergap masyarakat Cianjur.

”Khotbah dan sosialisasi bahaya LGBT menjadi salah satu solusi yang disepakati. Setiap tokoh agama harus gencar memberikan penerangan kepada masyarakat, materi khotbah sudah disiapkan langsung oleh MUI,” kata Ahmad, Rabu 17 Oktober 2018.

Menurut dia, khotbah Jumat dipilih sebagai salah satu momen untuk menyosialisasikan bahaya LGBT. Ia mengatakan, konten yang dipersiapkan cukup lengkap, mulai dari dalil yang berkaitan dengan pelarangan homoseksual, lesbian, dan sebagainya.

Selain itu, dicantumkan pula hadits dan ijma ulama yang ditambah dengan fiqih serta fatwa majelis ulama. Ahmad mengungkapkan, materi-materi tersebut sudah cukup untuk menjadi dasar mengatasi dan antisipasi perilaku menyimpang, baik yang sudah atau akan timbul.

”Pendekatan agama itu harus dikedepankan. Karena kita harus menemukan cara yang tidak frontal, menyakiti orang, tapi bisa membangun kesadaran semua pihak yang sudah terlibat. Atau bahkan untuk mereka yang baru mau coba-coba,” ujar dia.

Selain itu, tak hanya menyampaikan khotbah, pihak terkait secara komprehensif juga sudah menyusun materi sosialisasi. Ikatan Kader Da’i Da’iyyah (Ikada) akan turut membantu sosialisasi di masyarakat yang cakupannya lebih luas.

Ahmad mengaku, bukan hal mudah untuk menyosialisasikan dan mendakwahkan persoalan perilaku menyimpang. Maka dari itu, MUI dan pihak terkait berusaha konsisten untuk masuk ke setiap lapisan masyarakat.***

Bagikan: