Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

Empat KK Korban Gempa dan Tsunami Palu Pulang ke Ciamis

Nurhandoko
BUPATI Ciamis Iing Syam Arifin menyerahkan bantuan serta melakukan dialog dengan warga Ciamis yang menjadi korban gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis 18 Oktober 2018 di Pendopo Ciamis. Empat KK yang pulang  kampung halaman  di Ciamis untuk menenangkan diri dan menghilangkan trauma.*
BUPATI Ciamis Iing Syam Arifin menyerahkan bantuan serta melakukan dialog dengan warga Ciamis yang menjadi korban gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis 18 Oktober 2018 di Pendopo Ciamis. Empat KK yang pulang kampung halaman di Ciamis untuk menenangkan diri dan menghilangkan trauma.*

CIAMIS, (PR).- Empat keluarga asal tatar galuh Kabupaten Ciamis yang menjadi korban bencana alam gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, kahrnya kembali ke kamoung halamannya di Ciamis. Mereka memilih kembali untuk memenangkan diri serta menghilangkan trauma atas bencana yang menelan banyak korban.

Kedatangan  empat KK disambut Buati Ciamis Iing Syam Arifin, di pendopo Kabuoaten Ciamis, Kamis 18 Oktober 2018. Mereka mendapat dukungan moral dann suntikan semangat dalam menghadapi musibah yang dialami. Selain itu juga mendapat bantuan  uang tunai, paket sembako serta  peralatan dapur.

Paska kejadian, mereka menginap di lokasi pengungsian. Namun demikian kondisi tersebut tidak mampu menghapus ketakutan dan trauma, hingga terus berupaya dapat pulang kampung di Ciamis. Ada yang keluar dari Palu menumpang pesawat Herkules milik TNI, selain itu juga ada yang naik kapal laut.

Keempat KK korban bencana alam Palu dan Donggala yang pulang kampung, yakni Asep Saefulloh, seorang aparatur sipil negara yang bertugas di pelabuhan yang kondisinya hancur diterjang tsunami, membawa isteri dan kedua anaknya. Kemudian Harun Saepudin,  Arif Saeful bersama istri dan anak. Kustoyo pulang ke Ciamis bersama 7 anggota keluarganya. Ketiganya berpofesi sebagai pedagang.

“Mereka ketika pulang melapor resmi. Kami memberi suport, dan dukungan, termasuk berharap agar dapat segera kembali hidup tenang,  dan trauma hilang. Mungkin masih ada korban lain yang belum lapor,” tutur Bupati Ciamis Iing Syam Arifin.

Dalam kesempatan terserbut Iing Syam Arifin juga bakal membatu, apabila mereka hendak kembali ke Palu secara resmi. Sebaliknya apabila belum siap mental, tetap berada di Ciamis hidup bersama dengan anggota kerabatnya. Selama ini, mereka menjalani kehidupan di Palu dan Donggala. Bahkan sudah ada yang berprofesi sebagai ASN, serta memiliki aset di perantauan.  

“Kalau ingin kembali, kami siap membekali surat pengatar , sehingga kepulangannya ke Palu dan Donggala tercatat resmi. Syaratanya harus sudah siap mental dan sembuh dari trauma serta mampu menghadapi suasana . Kami akan fasilitasi,” tuturnya.

Sementara itu Asep Saefulloh, yang bekerja sebagai tenaga teknis pelabuhan bongkar muat di  pelabuhan jaraknya sekitar 60 meter dari bibir pantai, mengungkapkan gempa dirasakan ketika perjalanan pulang ke mess rumah. Saat naik sepedamotor oleng dan jatuh akibat kuatnya guncangan.

“Begitu sampai rumah, saya langsung bawa anak dan istri. Saya juga sempat ke belakang melihat air naik sangat tinggi menerjang gudang, kontainer hanyut. Beruntung saya dan keluarga dapat mencapai lokasi yang cukup aman,” ucapnya.

Dia mengatakan setelah keadannya memungkinkan bakal kembali ke Palu karena alasan pekerjaannya. Sedangkan anak dan istri, sementara ini tinggi di rumah adknya yang ada di Ciamis.

“Saya pulang dulu ke Palu untuk pekerjaan. Setelah keadaan tenang dan kembali normal, rencananya anak dan istri juga kembali ke Palu. Saya juga kehilangan beberapa teman kantor dan tetangga,” kata Asep.***

Bagikan: