Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Berawan, 22.6 ° C

Proyek Dikerjakan Asal-asalan, Bupati Garut Mengeluh

GARUT, (PR).- Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengeluhkan proyek pembangunan yang dikerjakan secara asal-asalan oleh kontraktor nakal. Selain hasil pembangunan yang tidak memuaskan, proses pengerjaannya pun sering tidak tepat waktu.

"Proyek irigasi (masyarakat) banyak yang ngeluh, dibuatnya asal-asalan," kata Rudy usai menggelar pertemuan dengan pemborong, di Kantor Bupati Garut, Rabu 17 Oktober 2018.

Menurut dia, sejumlah proyek pembangunan yang tidak selesai tepat waktu itu kebanyakan didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Masyarakat bahkan menilai hasil pembangunannya tidak maksimal.

Rudy mengungkapkan, proyek bermasalah itu merupakan bantuan dari provinsi, yang anggarannya berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat.

"Kami sudah meminta ke gubernur untuk menurunkan inspektorat dalam pengawasan pengerjaan proyek," ujarnya seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Salah satu proyek di Garut yang belum tuntas adalah pembangunan Gedung Olahraga Ciateul. Selama tiga tahun, pembangunan sarana olahraga tersebut belum selesai.

Selain itu, proyek pembangunan gorong-gorong di Kecamatan Samarang dikerjakan melebihi batas waktu selama 50 hari. Dia berjanji akan membuat sistem transparansi publik, sebagai upaya pemerintah daerah dalam mengawasi setiap proyek yang dijalankan.

"Nanti kami akan buat sistem transparansi publik," ucapnya.

Didaftarhitamkan



Kekecewaan Rudy terhadap pemborong yang membandel tersebut setidaknya bukan kali ini terjadi. Pada 2015 lalu, dia mengancam akan memasukan para kontraktor nakal ke dalam daftar hitam.

“Saya sangat kecewa kepada pekerjaan pemborong-pemborong ini! Makanya saya pun akan memberikan denda kepada pemborong yang mengerjakan proyek tidak sesuai ketentuan, bahkan terlihat asal-asalan," kata Rudy saat diwawancarai Jumat 25 Desember 2015.

Kala itu, salah satu proyek yang dipermasalahkan Rudy adalah pembangunan Gedung PKL 2 di Jalan Guntur.

"Harusnya selesai bulan Oktober tapi masih kami beri toleransi. Masuk bulan Desember belum beres juga. Pemborongnya akan kami denda Rp 100 juta. Nanti juga akan kami umumkan pemborong mana saja yang nakal. Tidak ada ampun lagi ke pemborong nakal," katanya.

Para pemborong, tambah dia, harus menjaga kualitas semua proyek yang dikerjakan.

‪"Bukan hanya didenda. Mereka harus menyelesaikan proyeknya. Kami juga minta masyarakat melapor kalau ada temuan proyek yang tak sesuai," ujarnya.(Fani Ferdiansyah)***

 

Bagikan: