Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 20.9 ° C

Usai Dijemput Paksa KPK, Rumah Megah Bupati Bekasi "Senyap"

Tommi Andryandy
SEORANG perempuan nampak terburu-buru memasuki rumah pribadi Bupati Neneng Hasanah Yasin di Jalan Citarik RT01/02 Desa Citarik Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, Senin (15/10/2018). Pasca penetapan tersangka, kediaman Neneng senyap.*
SEORANG perempuan nampak terburu-buru memasuki rumah pribadi Bupati Neneng Hasanah Yasin di Jalan Citarik RT01/02 Desa Citarik Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, Senin (15/10/2018). Pasca penetapan tersangka, kediaman Neneng senyap.*

CIKARANG, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan Bupati Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka kasus suap Meikarta. Pasca penetapan itu, sejumlah lokasi domisili Neneng terpantau sepi. Informasi yang didapat, Neneng telah lebih dulu dijemput paksa di kediaman pribadinya di Desa Citarik Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan pantauan Pikiran Rakyat, Senin 15 Oktober 2018 malam, di lokasi penyegelan awal di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, terlihat tidak ada aktivitas. Semula, beredar kabar, lokasi tersebut hendak digeledah tim KPK. Namun, informasi tersebut berubah setelah KPK menetapkan kepala daerah yang bekerja untuk periode kedua ini ditetapkan tersangka.

Pantauan lantas dialihkan ke Kantor Bupati Bekasi yang letaknya tidak jauh dari Kantor Dinas PUPR. Seperti lokasi sebelumnya, Kantor Bupati relatif sepi. Namun, berdasarkan salah seorang petugas keamanan, R (23), sempat ada tiga orang yang naik ke lantai II, lokasi di mana ruang kerja Bupati berada.

"Ada tiga orang yang masuk sekitar jam 7 (malam) pakai baju putih-putih, tidak tahu dari mana. Tapi enggak lama, abis gitu keluar lagi. Tidak lihat saya mereka bawa apa," ucapnya.

Rumah dinas



Usai dari Kantor Bupati, Pikiran Rakyat memantau rumah dinas Bupati yang masih berlokasi di Komplek Perkantoran Pemkab Bekasi. Hanya saja, suasana terpantau sepi. Menurut salah seorang anggota Satpol PP yang bertugas, terakhir Bupati terlihat pada siang hari. "Setelah itu tidak lihat lagi, lagian jarang kalau nginep di sini," ujar dia, namun enggan disebutkan namanya.

Informasi yang didapat, Neneng dijemput paksa di kediaman pribadinya di RT 02/01 Desa Citarik, sekitar pukul 10 malam. Warga sekitar, Mamat (40) mengaku melihat satu unit mobil Toyota Innova silver keluar dari rumah Neneng. "Saya baru datang, mau pulang tapi ngopi dulu di depan warung. Saya ga ngeh, soalnya engga rame. Terus ada mobil keluar buru-buru," kata dia.

Sementara itu, pasca penjemputan, suasana rumah pribadi Neneng terpantau sepi. Terdapat tujuh mobil terparkir di depan rumah putih berlantai dua itu. Mobil tersebut terdiri dari dua unit Fortuner tipe terbaru (hitam dan putih), satu unit Fortuner tipe lama (hitam), satu unit Honda BRV (putih) serta satu unit Toyota Land Cruiser (putih) yang kerap dipakai sebagai kendaraan dinas.

Di luar itu, terdapat dua unit Toyota Innova. Kendaraan ini identik digunakan sebagai kendaraan dinas pejabat eselon II, terlebih keduanya masih memakai plat nomor merah.

Sekitar pukul 22.55, terlihat satu unit mobil Honda CRV bernomor B 1023 FQH masuk rumah Neneng. Belum diketahui siapa di dalam mobil tersebut, hanya saja terlihat seorang remaja perempuan keluar dari mobil kemudian berlari ke dalam rumah melalui garasi samping.***

Bagikan: