Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

22 Santri dan Badan Otonom NU Gelar Kirab Resolusi Jihad ke Seluruh Wilayah Jabar

Sarnapi
Puluhan santri mengadakan kirab resolusi jihad untuk memperingati Hari Santri Nasional. Kirab dimulai dari halaman PWNU Jabar, Selasa (16/10/2018) yang akan menyambangi 27 kabupaten/kota sebelum berakhir di Stadion Dadaha Tasikmalaya.
Puluhan santri mengadakan kirab resolusi jihad untuk memperingati Hari Santri Nasional. Kirab dimulai dari halaman PWNU Jabar, Selasa (16/10/2018) yang akan menyambangi 27 kabupaten/kota sebelum berakhir di Stadion Dadaha Tasikmalaya.

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 22 santri dari pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama (NU) dan perwakilan badan otonom NU Jabar menggelar kirab resolusi jihad NU ke seluruh wilayah Jawa Barat. Diperkirakan kirab memakan waktu satu minggu, dan berakhir saat puncak peringatan Hari Santri Nasional di Stadion Dadaha, Kota Tasikmalaya, Senin 22 Oktober 2018 mendatang.

Kirab santri dilepas Wakil Ketua PWNU Jabar, KH. Abubakar, Selasa 16 Oktober 2018, dari halaman kantor PWNU Jabar, Jln. Terusan Galunggung.

"Para santri dan santriwati yang terlibat sebanyak 22 orang dari perwakilan badan otonom NU maupun pesantren-pesantren," kata Sekretaris PWNU Jabar, Saepudin Abdillah.

Jumlah 22 orang peserta, kata Saepudin, berkaitan dengan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober.

"Angka 22 juga sesuai dengan Keputusan Presiden No. 22 pada tahun 2016 yang menyatakan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional," ujarnya.

Dia menambahkan, kirab santri bukan hanya bertujuan untuk memperingati Hari Santri Nasional, melainkan juga menggelorakan kembali resolusi jihad NU.

"Resolusi jihad yang dikeluarkan Rais Akbar NU KH. Hasyim Asy'ari  berdasarkan rapat besar konsul atau Pengurus Wilayah NU se-Jawa dan Madura pada 21-22 Oktober 1945. Resolusi itu berisi mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan Indonesia sebagai jihad fi sabilillah bagi kaum Muslimin," tuturnya.

Rencananya kirab santri akan berlangsung selama seminggu dimulai dari Kota Bandung lalu ke Kabupaten Bandung.

"Dari wilayah Kabupaten Bandung ke Kota Cimahi, Bandung Barat, dan  Cianjur untuk hari pertama pada Selasa. Sedangkan pada hari kedua, Rabu 17 Oktober 2018, dimulai dari Kota Sukabumi ke Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi," katanya.

Sedangkan pada Kamis 18 Oktober 2018, menuju Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, dan menginap di Kabupaten Indramayu.

"Untuk Jumat 19 Oktober 2018 dari Indramayu ke Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka. Perjalanan dilanjutkan kembali pada Sabtu 20 Oktober 2018, ke Sumedang, Garut, dan Pangandaran, sedangkan pada Minggu, 21 Oktober 2018, dari Pangandaran ke Banjar, Ciamis, dan Kabupaten Tasikmalaya," katanya.

Dijadwalkan, para santri pada Senin pekan depan itu bergerak menuju ke Stadion Dadaha sebagai titik akhir kirab sekaligus menghadiri apel santri nasional.

"Rencananya Presiden Joko Widodo akan ikut dalam peringatan Hari Santri Nasional, sedangkan siang hari ke Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, untuk meresmikan rusun pesantren dan halaqah alim ulama se-Jawa Barat," katanya.***

 

Bagikan: