Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

Baru Seminggu Dipasang, Portal Pembatas Kendaraan Jalan Cikalong-Cimalaya Diprotes

Dodo Rihanto

JALAN berlubang tampak di sepanjang Jalan Cikalong-Jonggol, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Senin (30/12/2013). Ruas jalan itu merupakan jalur pengalihan selama Puncak ditutup pada malam tahun baru mulai pukul 19.00. Pengemudi kendaraan, baik mobil atau motor harus ekstra hati-hati karena di jalur tersebut juga minim Penerangan Jalan Umum (PJU) sehingga rawan kecelakaan.*
JALAN berlubang tampak di sepanjang Jalan Cikalong-Jonggol, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Senin (30/12/2013). Ruas jalan itu merupakan jalur pengalihan selama Puncak ditutup pada malam tahun baru mulai pukul 19.00. Pengemudi kendaraan, baik mobil atau motor harus ekstra hati-hati karena di jalur tersebut juga minim Penerangan Jalan Umum (PJU) sehingga rawan kecelakaan.*

KARAWANG, (PR).- Portal yang membatasi jenis kendaraan di ruas jalan Cikalong-Cilamaya diprotes sejumlah oknum masyarakat. Padahal, portal tersebut baru saja dipasang selama satu pekan.

Sejumlah oknum masyarakat ini mendatangi lokasi portal di Desa Cikalongsari, Kecamatan Jatisari, dan meminta petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang segera membuka portal tersebut, akhir pekan kemarin.

Aksi oknum warga itu sempat direkam oleh seorang petugas Dishub yang menjaga portal tersebut dan melaporkanya kepada Kadishub Kabupaten Karawang, Arif Bijaksana. Kadishub pun langsung mendatangi lokasi untuk menjelaskan fungsi portal itu kepada mereka.

"Orang itu tidak mau menyebutkan identitas, hanya bilang dari perwakilan masyarakat. Mereka ingin truk-truk besar bisa melintasi jalan raya Cikalong-Cilamaya lagi," kata Arief Bijaksana, saat dihubungi melalui telefon,  Minggu 14 Oktober 2018. 

Dijelaskan Arif, pemasangan portal tersebut bersifat sementara sampai adanya kesepakatan antara Pemkab Karawang dengan PT Jawa Satu Power selaku pengembang proyek PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) Jawa-1 di Cilamaya Wetan. 

"Tapi mereka tetap meminta portal dibuka. Katanya jika Senin masih diportal, mereka bakal berunjuk rasa," ucap Arief. 

Koordinasi dengan polsek



Namun demikian Arif bertahan untuk melaksanakan kebijakan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, memasang portal di ruas Ciakolong-Cilamaya, hingga ada kompensasi perbaikan kerusakan jalan dari pihak pelaksana pembangunan PLTG.

"Selama 24 jam, portal ini tetap dijaga tiga hingga empat petugas Dishub. Atas adanya protes dari segelintir warga itu, kami telah berkoordinasi dengan polsek setempat," katanya. 

Seperti diberitakan PR, Pemerintah Kabupaten Karawang memutuskan untuk memasang portal di jalan Cikalong-Cilamaya untuk menangkal truk dengan tonase berlebih melintasi jalan tersebut. Hal ini dilakukan guna mengantisipaai kerusakan jalan yang lebih parah setelah ratusan truk pengangkutan tanah PLTG melewati jalan itu setiap hari.

Menurut Arif, jalan Cikalong-Cilamaya merupakan jalan kelas tiga yang hanya bisa dilintasi kendaraan dengan muatan maksimal 8 ton.  Tetapi setelah ada proyek pembangunan PLTG, jalan itu sering dilalui kendaraan berat. 

Di tempat terpisah, Kepala Dinas PUPR Karawang, Acep Jamhuri, mengungkapkan pihaknya sudah pernah memperbaiki jalan Cikalong-Cilamaya tersebut dengan konstruksi rigid beton dengan menghabiskan anggaran Rp 15 miliar.  Jika tidak ada kebijakan pembatasan kendaraan yang melintasi, dipastikan jalan itu akan cepat hancur kembali.

Menurut Acep, pemasangan portal diharapkan bisa mencegah truk-truk berat melintas semena-mena.

"Jika jalan Cikalong-Cilamaya digunakan sesuai klasifikasi, kondisi jalan diperkirakan akan mampu bertahan lebih dari lima tahun," Kata Acep.***

 

Bagikan: