Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.4 ° C

Tari Jipeng Pecahkan Rekor di Festival Geopark Ciletuh

Ahmad Rayadie
PESERTA menampilkan Tari Jipeng dalam acara Ciletuh Geopark Festival di Taman Jaya Panenjoan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 13 Oktober 2018. Tarian yang melibatkan 5.113 orang tersebut berhasil memecahkan rekor dunia dan mendapatkan penghargaan dari Record Holders Republic (RHR) atas rekor Tari Jipeng dengan peserta terbanyak.*
PESERTA menampilkan Tari Jipeng dalam acara Ciletuh Geopark Festival di Taman Jaya Panenjoan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 13 Oktober 2018. Tarian yang melibatkan 5.113 orang tersebut berhasil memecahkan rekor dunia dan mendapatkan penghargaan dari Record Holders Republic (RHR) atas rekor Tari Jipeng dengan peserta terbanyak.*

RECORD Holder Republic (RHR), Sabtu, 13 Oktober 2018, akhirnya mencatat rekor baru, yakni penari Jipeng terbanyak. Lembaga yang berkantor pusat di London Inggris itu mencatat terdaoat sebanyak 5.020 peserta menari tarian khas Kabupaten Sukabumi dalam pembukaan  Festival Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Adapun festival digelar di Lapangan Panenjoan Taman Jaya, Desa Tamanjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Jadwal pemecahan rekor molor hingga beberapa jam, dan urung  dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, padahal beberapa jam sebelumnya dijadwalkan akan menghadiri kegiatan. Meski begitu, hal tersebut tak menyurutkan semangat para peserta yang berasal dari berbagai lapisan, termasuk sekolah dan Paud yang tersebar di delapan kecamatan.

Diiringi tabuhan gendang jaipongan, mereka antusias menari kendati panas terik matahari menyinari lokasi pembukaan festival kali ini. Bupati Sukabumi, Marwan Hamami yang didampingi wakilnya, Adjo Sardjono juga ikut ambil bagian dalam tarian.

Pembukaan festival makin semarak ketika Wakil Sekretaris Kabinet (Wasekab) RI, Ratih Nurdiati, Kepala Dinas Pariwisata, Ida Hernida dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Sukabumi turut serta engklak-engklakan menari Jipeng.

Mereka menari tarian khas kampung adat Gede Kasepuhan Banten Kidul Ciptagelar, Kampung Sukamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok yang dikolaborasikan gerak dan tari modern dalam gerakan massal.

"Kami mencatat rekor terbanyak tari Jipeng dalam pembukaan festival Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Kami mendukung langkah yang telah dilakukan kegiatan pemecahan rekor tari Jipeng," kata Adjudicator RHR di Indonesia, Lia Mutisari

Pengibaran Bendera Unesco



Sebelum pemecahan rekor, Wasekab RI, Rita Nurdiati sempat menyerahkan bendera Unesco kepada Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.  

Penyerahan simbolis uamh diiringi pengibaran bendera Unesco raksasa di kawasan destinasi wisata Bukit Cinta, merupakan simbol bahwa kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu menjadi bagian dari kawasan destinasi wisata dunia.

"Kami berharap kehadiran destinasi dunia ini, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar Geopark," kata Marwan Hamami.

Marwan Hamami mengharapkan pemerintah pusat dan juga Pemprov Jabar terus mendukung kesinambungan destinasi dunia tersebut. "Mudah mudahan  Gubernur Jabar tidak menghentikan dukungan keberadaan geopark. Kendati ada beberapa daerah yang mengusulkan penataan geopark serupa  di daerahnya," katanya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Destinasi Pariwisata RI, Dadang Rizki Ratman mengatakan, kehadiran destinasi dunia dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi daya tarik seni budaya tradisional menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

"Destinasi wisata yang diunggulkan diharapkan dapat berkembang. Dan pengelolaan dapat menilai manfaatkan langsung peningkatan  perekonomian masyarakat. Terutama sosial budaya  yang mengusung kearifan lokal sosial budaya kepada dunia sehingga bermanfaat bagi warga sekitar," katanya.***

Bagikan: