Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28.7 ° C

Dua Caleg Mantan Napi Narkoba di Kabupaten Purwakarta Segera Dicoret

Mochammad Iqbal Maulud

‎PURWAKARTA, (PR).- KPU Purwakarta menemukan dua orang Caleg Purwakarta pernah menjadi narapidana. Hal ini didapatkan berdasarkan laporan dari masyarakat yang masuk ke KPU Purwakarta baru-baru ini.

‎Hal itu tidak terdeksi oleh KPU, hal ini dikarenakan keduanya tidak menyertakan keterangan bahwa keduanya mantan napi. Diketahui keduanya merupakan mantan napi dalam kasus narkoba. Sementara diketahui dua orang caleg ini satu berasal dari PKB dan lainnya dari Partai Berkarya.

Ketua KPU Purwakarta, Ahmad Ikhsan Faturrahman membenarkan hal tersebut. Bahkan untuk menyelesaikannya KPU Purwakarta akan segera melakukan rapat pleno untuk membahas temuan tersebut.

"Pleno nanti akan memutuskan apakah caleg yang bersangkutan memenuhi syarat atau tidak. Namun secara prinsip PKPU menjadi patokan kami," kata Ahmad saat ditemui di kantor KPU Purwakarta, Jalan Flamboyan, Kabupaten ‎Purwakarta, pada Kamis 11 Oktober 2018.

Setelah rapat pleno dilakukan, lanjut Ahmad, hasilnya akan langsung diserahkan ke Bawaslu Purwakarta. Sementara nantinya bawaslu akan meninjau kasus ini dan memberikan rekomendasi terkait kasus tersebut.

‎Diketahui dua caleg ini berinisial AAR yang maju dari PKB Dapil VI Purwakarta. Sementara dari Partai Berkarya berinisial LH yang maju lewat Dapil V Purwakarta.

"Jika saja yang bersangkutan melampirkan form bukti mantan napi, hal ini tidak akan menjadi masalah. Hanya saja jika dilihat dari masalah administrasinya kedua orang yang terlibat ini mendaftarkan tidak terbuka. Karena tak melampirkan surat mantan napi," ujarnya.

Terkait data dua caleg mantan narapidana tersebut, pihaknya sudah mendapatkan bukti otentik. Bukti ini berupa catatan pidana dari Pengadilan Negeri Purwakarta.

 

Caleg mundur



Selain dua caleg yang terancam gagal jadi wakil rakyat Purwakarta itu, ada pula kasus caleg yang memutuskan akan mundur. Satu caleg tersebut berasal dari Partai Hanura Dapil VI Sarif Munawar. Sarif menyatakan mengundurkan diri dari pencalegan.

"Dua mantan napi, satu caleg menyatakan mengundurkan diri. Sebenarnya boleh mantan napi jadi caleg, tapi dengan catatan harus mengikuti aturan yang berlaku. Tapi saat tidak mengikuti aturan, masa kami harus meloloskan," ucap Ahmad.

Seperti diketahui pertengahan September 2019 lalu, KPU Purwakarta memasukan 615 bakal calon legislatif. Ke 615 caleg tersebut berasal dari 15 partai politik pada Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2019 untuk DPRD Purwakarta.

Sehingga jika tiga orang caleg tersebut telah ditetapkan dicoret dan mundur, maka KPU menyisakan 612 DCT Pemilu 2019 untuk Kabupaten Purwakarta. ‎Sebagai informasi dari 612 daftar calon tetap tersebut, terdiri dari 369 caleg laki-laki dan 243 caleg perempuan.***

Bagikan: