Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

BPBD Ciamis Rela Menunggak Hingga Rp 30 Juta Demi Salurkan Bantuan Air Bersih

Nurhandoko
ANGGOTA Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis tengah menyalurkan bantuan air bersih, beberapa waktu lalu. Sejak Bulan Juli hingga 10 Oktober 2018 sudah menyalurkan sebanyak 664.000 liter air bersih ke seluruh wilayah tatar galuh Ciamis.*
ANGGOTA Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis tengah menyalurkan bantuan air bersih, beberapa waktu lalu. Sejak Bulan Juli hingga 10 Oktober 2018 sudah menyalurkan sebanyak 664.000 liter air bersih ke seluruh wilayah tatar galuh Ciamis.*

CIAMIS,(PR).- Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Ciamis menanggung hutang hingga mencapai Rp 30 juta. Hal ini dilakukan demi kelancaran penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sejak Juli 2018, hingga 10 Oktober 2018  BPBD sudah menyalurkan 644.000 liter air bersih.

Bantuan air bersih disalurkan merata hampir di 27 kecamatan atau seluruh wilayah Ciamis. Tunggakkan BPBD tersebut untuk menutup kebutuhan biaya operasional penyaluran. Sedangkan air bersih didapat secara gratis dari PDAM Tirta Galuh Ciamis.

“Menjadi tugas kami untuk membantu menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang membutuhkan. Sejak Juli hingga saat ini permohonan bantuan masih terus berdatangan dari berbagai wilayah Ciamis,” tutur kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ciamis Ani Supiani, Kamis, 11 Oktober 2018.

Dia mengatakan, musim kemarau panjang ini banyak warga yang mengalami kekurangan air bersih. Kondisi itu disebabkan karena banyak sumur maupun sumber air bersih kering.

Kalau pun ada, masyarakat harus antri mengambil air dari sumber yang masih mengeluarkan air bersih. Bahkan banyak warga yang terpaksa memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan MCK.

“Di satu sisi anggaran sudah habis, akan tetapi di lain sisi tetap harus membantu menyalurkan air bersih. Ini adalah tugas kemanusiaan yang tetap harus mendapat prioritas, sehingga bagaimana pun caranya tetap harus terlaksana,” tutur Ani.

Dia mengatakan, kekurangan air bersih semula hanya terjadi di 10 kecamatan. Akan tetapi akibat kemarau panjang, kondisi tersebut kemudian dialami hampir seluruh kecamatan tatar galuh. Penyaluran juga dilaksankan secara bergilir, karena keterbatasan sarana pengangkutan.

“Kami selalu merespons permintaan, serta memenuhi air bersih. Hanya saja dengan segela keterbatasan yang ada, tidak mungkin dilaksanakan bebarengan sekaligus. Harus dilakukan secara bergiliran,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ani mengatakan, anggaran yang tersedia hanya Rp 3 juta sesuai dengan kebutuhan serupa tahun sebelumnya. Akan tetapi kemarau panjang ini diluar perkiraan, sehingga kebutuhan anggaran membengkak.

“Ini di luar ekspetasi kami. Kami menunggak hutang kepada PDAM untuk biaya operasional penyaluran, seperti membeli bahan bakar mobil tanki maupun mesin pompa dan lainnya. Sedangkan air bersihnya gratis,” katanya.

Ani mengungkapkan, untuk menutup atau melunasi hutang, BPBD Ciamis sudah mengajukan di anggaran perubahan. Dia juga berharap semakin banyak pihak ketiga yang mau membantu menyalurkan air bersih.

“Sampai sekarang masih banyak yang membutuhkan bantuan. Kami sangat berterimakasih jika ada masyarakat, perbankan atau perusahaan yang ikut membantu menyalurkan air bersih,” tutur Ani.***

Bagikan: