Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Badai petir, 28 ° C

Banyak Alih Fungsi, Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut-Cikajang Butuh Rp 1,1 Triliun

Novianti Nurulliah

BANDUNG, (PR). - Dinas Perhubungan Jawa Barat  meninjau jalur kereta api Cibatu-Garut-Cikajang yang akan direaktivasi pada tahun depan, Rabu 3 Oktober 2018. 

Tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik dan Kepala Biro Pengendalian Pembangunan Setda Jabar melakukan kunjungan lapangan pada jalur kereta tersebut pada beberapa titik. Antara lain Stasiun Cibatu, Jembatan Cikoang, Stasiun Pasar jengkol, Jembatan Citameng, dan Stasiun Wanareja. 

Dedi mengatakan, sebagai hasil kunjungan lapangan pdiperoleh temuan-temuan antara lain sudah beralih fungsinya lahan di sepanjang rel. Kondisi rel yang sudah rusak berat bahkan hilang, serta kondisi stasiun yang sudah beralih fungsi. 

"Penanda jalur yang ditemui sebagian besar berupa tiang- tiang persinyalan yang masih ada sepanjang jalur, serta patok-patok penanda Groondkart," kata dia. 

Meski demikian, proses persiapan sudah dilakukan oleh PT KAI, melalui pendataan warga terkena dampak yang diperkirakan mencapai 1.500 KK. 

Berkaitan dengan penertiban lahan, akan dilakukan oleh PT KAI yang akan dibantu Pemprov Jabar dalam sosialisasi serta penanganan dampak sosialnya. 

Dedi mengatakan, Jalur Cibatu - Garut - Cikajang sepanjang 47,5 Km ini terbagi 2 segmen yaitu Segmen Cibatu - Garut  sepanjang 19,2 Km dan Segmen 2 Garut - Cikajang sepanjang 28,3 Km, melewati beberapa stasiun yaitu Stasiun Cibatu, Stasiun Pasar jengkol, Stasiun Wanareja, Stasiun Garut, dan Stasiun Cikajang. 

"Jalur ini dahulu dibangun dalam kurun waktu 1899 sampai 1930, dan di non aktifkan pada tahun 1982," ucap dia. 

Menurut Dedi, pada tahap awal, akan dilakukan Reaktivasi pada Segmen I Cibatu -Garut sepanjang 19,2 Km. Kemudian dilanjutkan segmen kedua. 

Adapun total biaya Reaktivasi Jalur KA sepanjang 47,5 Km ini diperkirakan mencapai Rp 1,1 triliun yang diharapkan proses reaktivasi dapat diselesaikan pada tahun 2019 sampai 2020. 

Dia menambahkan,  reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu - Garut - Cikajang ini dimaksudkan untuk meningkatkan konektivitas wilayah perkotaan Jakarta dan Bandung dengan wilayah pariwisata di Garut, termasuk pariwisata di Garut Selatan. 

"Rencana Reaktivasi ini sangat didukung oleh masyarakat Garut, termasuk dukungan langsung dari Bupati Garut, karena dengan reaktivasi jalur ini, aksesibilitas dari dan ke Garut menjadi meningkat dan selanjutnya dapat meningkatkan pariwisata dan perekonomian Kab.Garut, " katanya.***

Bagikan: