Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Berawan, 22.6 ° C

Puluhan Warga Subang Keracunan Makanan Tahlilan

Yusuf Adji

SUBANG, (PR).- Puluhan warga Dusun Sodong, Desa Gempolsari, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan di acara tahlilan. Sebagian warga ada yang dirawat di Puskesmas Patokbeusi, sebagian dirujuk ke Rumah Sakit di Karawang dan lainnya berobat di klinik swasta terdekat.

Informasi yang diperoleh dari korban yang tengah dirawat di Puskesmas, Sabtu 29 September 2018 sebelumnya Kamis malam menyantap makanan ketika mengikuti tahlilan. Jumat pagi sebagian warga mulai merasakan gejala mual-mual disusul pusing. Kemudian buang air besar dan ada juga yang muntah-muntah. Jumat malam warga yang mengalami gejala serupa tambah banyak. Sebagian berobat ke klinik, sebagian lagi ke puskesmas. Namun ada juga yang dirujuk ke Rumah Sakit di Karawang karena kondisinya memburuk.

“Badan rasanya jadi lemas, jadi saya minta diantar ke Puskesmas. Ternyata di Puskesmas sudah ada warga lainnya yang dirawat," ujar seorang warga, Junaedi yang tengah dirawat di Puskesmas. Dia mengatakan, selain dirinya, saudara dan warga lainnya juga merasakan gejala sama, yaitu pusing dan mual-mual serta muntah.

Penanganan



Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Ade Rusiyana mengatakan awal mula kejadiannya Kamis malam ada tahlilan. Jumat pagi, mulai ada korban menderita gejala muntah dan diare dari keluarga yang melaksamakan tahlilan atau tuan rumah. "Kondisinya tidak ada perubahan, akhirnya empat warga bertahap di rujuk ke RS Puri Asih Karawang. Jumat malam, mulai banyak warga yang mengalami gejala sama, muntah-muntah dan buang air besar. Sebagian warga berobat di klinik swasta terdekat," ujarnya.

Ade mengatakan, Sabtu pagi petugas bergerak ke lapangan. Setelah dilakukan pendataan, terdata sebanyak 29 warga mengalami gejala sama dan enam di antaranya dibawa ke Puskesmas. Namun tak ada korban jiwa, dan penyebabnya masih dalam pemerikaan sampel makanan. Laporan terbaru hasil dari pendataan sampai 29 september 2018 pukul 15.00 WIB, jumlah penderita di lapangan sebanyak 51 orang.

Antara lain terdiri dari warga yang dirawat di Puskesmas 11 orang dan berobat ke klinik swasta 31 orang. Sedangkan yang dirujuk k Rumah Sakit Puri Asih Karawang tujuh orang. Sementara korban lainnya mengonsumsi obat warung dan reda dengan sendirinya. "Semua sudah tertangani, dan keluhan yang diderita warga mulai reda. Semua pasien di Puskesmas sudah tertangani, obat cukup tersedia," ujarnya.***

Bagikan: