Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan singkat, 21.6 ° C

Berkat Rekayasa Genetika, Ikan Bandeng Kini Bisa Dipelihara di Air Tawar

Yusuf Adji
Nelayan.*
Nelayan.*

BIASANYA, ikan bandeng dikenal sebagai ikan air payau. Budidaya pun selama ini berlangsung di wilayah pesisir pantai. Namun berkat hasil rekayasa genetika, kini ikan bandeng bisa hidup dan dibudidayakan di air tawar.

Hal itu dibuktikan dengan ditebarnya 250 ribu ekor benih ikan bandeng di dua situ wilayah Kabupaten Subang. Perinciannya 125 ekor di situ Saradan Kecamatan Pagaden dan 125 ribu lagi di situ Citapen Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang pekan lalu. 

"Jenis benih ikan yang ditebar dalam rangka restoking di dua situ itu semuanya ikan bandeng. Jadi sekarang ada ikan bandeng air tawar, selama ini kan yang dikenal bandeng air payau. Sebenarnya tahun lalu juga sudah ada, tapi baru disebar tahun ini ," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Subang Kusdinas, Selasa 25 September 2018.

Dia mengatakan benih ikan bandeng air tawar itu merupakan hasil rekayasa genetik dan budidaya di Balai Benih Ikan Karawang, dibawah naungan langsung Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tahun ini hasil pembenihan bandeng di BBI itu disebar ke berbagai daerah di Jabar termasuk Kabupaten Subang.

"Selain dua situ di wilayah tengah Kabupaten Subang, rencananya akan dilakukan tebar lagi benih ikan di situ wilayah Selatan. Lokasinya di Situ Cigalonggong Kecamatan Kasomalang, seringga sebarannya mewakili wilayah Subang mulai utara, tengah dan selatan," katanya.

Sama persis



Dikatakan Kusdinar, bentuk fisik ikan bandeng air tawar sama persis dengan yang biasa hidup di air payau. Demikian pula dengan karakter termasuk rasanya. Namun kualitas rasa dipastikan akan berbeda tiap daerah, seperti ikan air tawar lainnya. Apabila buat pertumbuhan ikan lebih bagus di air hangat seperti wilayah tengah, sedangkan buat kualitas rasa selama ini lebih unggul di wilayah selatan. 

"Ke depan budidaya ikan bandeng air tawar ini kan dikembangkan di masyarakat. Kalau sekarang belum dibudidayakan umum, dikarenakan benihnya masih terbatas baru ada di BBI. Mudah mudahan tak lama lagi bisa dikembangkan sehingga mulai dibudidayakan masyarakat," ujarnya.

Dijelaskan Kusdinar, benih ikan bandeng yang ditebar dalam kegiatan restoking di dua situ ukurannya sekitar 2 cm. Diharapkan warga tak mengambil dulu benih ikan itu. Setelah empat bulan ke depan barulah ikan ikan itu siap dikonsumsi, diperkirakan sudah lumayan besar sekitar 3 - 4 ekor per kilogramnya.

"Restoking ini kan untuk menambah stok ikan di perairan umum buat masyarakat. Tapi sebaiknya di pancing atau ditangkapnya nanti kalau sudah besar. Ini dalam rangka mendukung program gemar makan ikan sejaligus memenuhi kebutuhan protein masyarakat," katanya.***

Bagikan: