Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 24.1 ° C

TPA Pasir Sembung Cianjur Kebakaran Semalaman hingga Pagi, Warga Sekitar Terdampak Asap

Shofira Hanan
SEORANG warga mengamati api yang membakar tumpukan sampah di TPA Pasir Sembung, Cilaku, Cianjur, Sabtu 22 September 2018. Sejak awa September terhitung telah terjadi tiga kali kebakaran di TPA tersebut, cuaca yang kering, angin besar, dan gas methan diduga menjadi pemicu kebakaran lahan.
*
SEORANG warga mengamati api yang membakar tumpukan sampah di TPA Pasir Sembung, Cilaku, Cianjur, Sabtu 22 September 2018. Sejak awa September terhitung telah terjadi tiga kali kebakaran di TPA tersebut, cuaca yang kering, angin besar, dan gas methan diduga menjadi pemicu kebakaran lahan. *

CIANJUR, (PR).- TPA Pasir Sembung terbakar sehingga menyebabkan polusi asap hingga 1 kilometer dari lokasi. Kebakaran yang terjadi sejak Jumat 21 September 2018 sore hingga Sabtu 22 September 2018 pagi itu, menjadi yang ketiga kalinya pada September ini.



Api yang sempat mengecil pada Sabtu dini hari, terpantau kembali membesar. Kobaran api membakar area TPA yang berjarak 500 meter dari pemukiman warga dan sebuah sekolah.



“Kebakaran kali ini terpaksa menunggu sampai apinya padam sendiri. Karena pemadam juga sulit menjangkau lokasi, ditambah lagi sampahnya kering dan angin besar,” ujar warga Kampung Pasir Sembung Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku, Amak (54).



Menurut dia, kebakaran kali ini tergolong kecil. Biasanya TPA terbakar dengan api yang lebih besar, membuat asap bahkan tidak kunjung turun hingga sepekan lamanya.



Namun, polusi asap yang dihasilkan tetap menganggu warga. “Sebenarnya yang paling membuat kami khawatir itu, ada ledakan karena apinya bersumber dari dalam tumpukan sampah,” ujar dia.



Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh warga, mereka bahkan mengaku terbiasa dengan kondisi tersebut. Kebakaran yang terjadi, justru kerap menjadi tontonan warga sekitar.



Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Sumarna mengatakan, segala upaya telah dilakukan untuk memadamkan api sejak gejala kemunculannya terjadi kemarin lusa.



“Tapi, tidak bisa dipungkiri jika faktor alam menyebabkan kebakaran ini terjadi. Kemarau, tumpukan sampah, dan adanya gas methan membuat sampah-sampah kering mudah terbakar,” kata Sumarna ditemui di TPA Pasir Sembung.

Total 1 hektare telah terbakar



Ia mengungkapkan, setidaknya dibutuhkan hingga 7 mobil pemadam untuk memadamkan api sejak Jumat sore. Sejumlah instansi juga ikut membantu proses pemadaman kebakaran di TPA yang berdiri sejak 1975 itu.



Menurut dia, total lahan yang terbakar sejak kejadian pertama di awal Setember adalah 1 hektare. Titik kebakaran pun berpindah-pindah, dimulai dari selatan hingga ke arah utara TPA.





Sejumlah upaya antisipasi diakui Sumarna sudah dilakukan. Hanya saja, kendala faktor alam tidak bisa dihindari sehingga musibah tetap terjadi.



“Kami sudah memasangi pipa untuk mengalirkan gas menthan dan cairan limbah lainnya. Tapi ini yang terbakar, mayoritas area yang belum ditanami pipa,” kata dia.



Atas kejadian tersebut, DLH harus segera melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya lagi kebakaran. Apalagi, hingga saat ini TPA Pasir Sembung masih menjadi pembuangan yang diandalkan masyarakat Cianjur.



Setidaknya, ada 138 ton sampah yang dibuang setiap harinya ke sana. Sumarna mengaku, sampai sekarang masih harus menggunakan lokasi itu sekalipun potensi kebakaran sudah mengindikasikan bahwa TPA tak lagi ideal.



“Pada intinya, kami memohon maaf atas terjadinya kebakaran ini. Terutama kepada warga sekitar, ini akan segera dan terus kami tangani,” ucapnya.***

Bagikan: