Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28.7 ° C

Longsor di Nyalindung Sukabumi Mengancam Bangunan PAUD dan Masjid

Ahmad Rayadie
HALAMAN sekolah PAUD amblas akibat bencana tanah longsor, Sabtu 22 September 2018. Bencana akibat hujan deras dikhawatirkan meluas.*
HALAMAN sekolah PAUD amblas akibat bencana tanah longsor, Sabtu 22 September 2018. Bencana akibat hujan deras dikhawatirkan meluas.*

PALABUHANRATU, (PR).- Bencana tanah longsor dan puting beliung menerjang pemukiman warga di dua kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Bencana tanah longsor kini mengancam warga dili Kampung Nyalindung RT 01, Rw 03, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung

Sementara bencana puting telah memporakporandakn sebagian atap bangunan warga di Kampung Cibarengkok, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar. 

Kendati petugas kecamatan dan desa masih terua melkahka. Pendataan diperkirakan lebih sari tiga puluh rumah warga terpapar angin puting beliung. 

"Angin puting beliung terjadi sesaat hujan deras akan mengguyur. Secara mengejutkan angin kencang menerjang pemukiman warga. Akibatnya, warga berhamburan keluar Runah menyelamatkan diri dari amukan angin kencang," kata warga Sukamaju, Yosep. 

Adapun di Kecamatan Nyalindung bencana tanah longsor saat hujan deras tidak hanya halaman gedung Pendidikan Usia Dini  (PAUD) amblas.  Tapi bencana kali ini sebuah mesjid dan sebelas pemukiman warga yang berada dibawah sekolah PAUD kini terancam tertimbun.

Kendati tidak menimbulkan korban dan merugikan material. Tapi aparat kecamatan dan desa meminta warg untuk menjauh lokasi bencana untuk menghindari bencana susulan.

Bencana yang longsor sepanjang 10 meter, tinggi 7 meter dan lebar 5 meter, kini dikhawatirkan meluas seiring hujan deras mengguyur Sukabumi. "Warga diimbau untuk menjauh lokasi bencana," kata warga Nyalindung, Kosasih.

Retakan musim kemarau yang tak segera ditimbun



Petugas Tanggap Darurat,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kecamatan Nyalindung, Ahmad, mengatakan  bencana tanah longsor terjadi tidak hanya dipicu hujan deras. Tapi bencana akibat tanah retakan dampak dari musim kenarau tidak segera ditimbun. 

"Celah-celah kubangan tanah kosong dari resapan air sehingga banyak celah tanah yang terbuka. Ketika hujan mengguyur air masuk ke dalam tanah dan tidak bisa menahan beban air dan mengakibatkan terjadinya longsor," katanya.

Ahmad mengatakan kendati tidakbmenimbulkan korban jiwa. Tapi warga dan berada tidak jauh dari lokasi bencana harus segera mengungsi. 

"BPBD bersama warga melakukan gotong royong membersihkan tumpukan tanah yang menutup saluran air. Bahkan sudah berkordinasi dengan pemerintah setempat. Untuk penanggulangan titik terjadi longsor sangat dibutuhkan bronjong," katanya.***

Bagikan: