Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Berawan, 22.1 ° C

Tidak Ada Kuota CPNS Cianjur dan Kuningan, Persaingan Seleksi di Cirebon Diprediksi Tinggi

Ani Nunung Aryani
SEJUMLAH peserta saat menikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM menggunakan fasilitas computer assisted test (CAT) di Kantor regional III Badan Kepegawaian Negara, Jln. Surapati, Kota Bandung, Senin 16 Juni 2014. CAT merupakan sistem rekrutmen PNS yang dibuat oleh Badan Kepegawaian Negara untuk menjawab tuntutan masyarakat akan rekrutmen CPNS yang bersih dan akuntabel.*
SEJUMLAH peserta saat menikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM menggunakan fasilitas computer assisted test (CAT) di Kantor regional III Badan Kepegawaian Negara, Jln. Surapati, Kota Bandung, Senin 16 Juni 2014. CAT merupakan sistem rekrutmen PNS yang dibuat oleh Badan Kepegawaian Negara untuk menjawab tuntutan masyarakat akan rekrutmen CPNS yang bersih dan akuntabel.*

CIREBON, (PR). - Jumlah pasti kuota CPNS Kabupaten Cirebon, masih harus dikonsultasikan kembali. Menyusul adanya selisih jumlah total dan perincian dalam surat keputusan yang diterima Pemkab Cirebon dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Cirebon, Supadi Priatna, kuota CPNS Kabupaten Cirebon 440 orang.

Namun pada rincian yang dilampirkan dalam keputusan Kemenpan itu, jumlahnya 475 orang. Sehingga ada selisih sebanyak 35 kursi. “Makanya kami akan konsultasi dulu ke Kemenpan RB jumlah mana yang dipakai. Yang pasti alokasi CPNS untuk Pemkab Cirebon lebih dari 400 orang, “ katanya.

Supadi mengungkapkan besarnya kemungkinan tingginya persaingan pada rekrutmen CPNS Kabupaten Cirebon kali ini. Pasalnya, wilayah tetangga yakni Kabupaten Kuningan, menjadi salah satu daerah di Wilayah Cirebon (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Majalengka) yang tidak membuka rekrutmen.

"Di Jawa Barat ada dua daerah yang tidak membuka rekrutmen CPNS yakni Kuningan dan Cianjur. Jadi kemungkinan besar rekrutmen CPNS di Kabupaten Cirebon diminati masyarakat Kuningan, sehingga persaingan pasti tinggi," ujarnya.

Kuota CPNS tertinggi untuk guru dan tenaga medis



Sementara itu, Pemerintah Kota Cirebon mendapat kuota sebanyak 276 CPNS untuk tenaga pendidikan serta tenaga medis. Menurut Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Asep Dedi, ketersediaan tenaga pendidikan dan medis di lingkungan Pemkot Cirebon memang kurang.

Dari kuota CPNS yang didapat itu, untuk tenaga pendidikan sebanyak 49 orang guru agama dan 92 guru kelas.

Sementara, untuk tenaga medis apoteker sebanyak 16 orang, dokter umum 23 orang, dokter gigi tiga orang, dokter spesialis sepuluh orang, perawat 17 orang, rekam medis empat orang dan pranata laboratorium 13 orang. “Ditambah 47 orang untuk tenaga teknis dan dua orang eks K2,” katanya.

Pemkot Cirebon sebenarnya mengajukan formasi untuk penerimaan CPNS sebanyak 435 orang. Namun, kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan Daerah Kota Cirebon, Anwar Sanusi yang diakomodir hanya 276 orang.

“Karena untuk penerimaan tenaga tata usaha akan dibuka kembali tahun 2019 mendatang,“ katanya. Menurut Anwar, saat ini prioritas pemerintah pusat memang  untuk pendidikan dan kesehatan.

Terkait dengan masih banyaknya eks K2 di Kota Cirebon yang tidak lolos karena faktor usia, Anwar berharap pemerintah pusat memiliki kebijakan khusus agar bisa mengakomodir mereka. “Untuk Kota Cirebon setidaknya masih ada sisa eks K2 sebanyak 292 orang. Ada yang kelahiran tahun 1966 dan sudah mengabdi puluhan tahun, namun tidak lolos. Padahal kinerja mereka bagus. Seharusnya pemerintah mempertimbangkan hal itu,” katanya.***

Bagikan: