Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Limbah Medis RS Budi Asih Diangkut Kendaraan Tertutup

Dodo Rihanto
LIMBAH rumah sakit yang dibuang ke kawasan hutan mangrove, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, mulai diangkut sejumlah kedaraan tertutup, Selasa 11 September 2018. Limbah yang diduga mengandung B3 (bahan beracun berbahaya) itu dikembalikan ke pihak Rumah Sakit  Budi Asih, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
LIMBAH rumah sakit yang dibuang ke kawasan hutan mangrove, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, mulai diangkut sejumlah kedaraan tertutup, Selasa 11 September 2018. Limbah yang diduga mengandung B3 (bahan beracun berbahaya) itu dikembalikan ke pihak Rumah Sakit  Budi Asih, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

KARAWANG, (PR).- Limbah rumah sakit yang dibuang ke kawasan hutan mangrove, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, mulai diangkut sejumlah kedaraan tertutup, Selasa 11 September 2018. Limbah yang diduga mengandung B3 (bahan beracun berbahaya) itu dikembalikan ke pihak Rumah Sakit  Budi Asih, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Sementara pihak Kepolisian Resor Karawang telah meningkatkan kasus pembuangan limbah itu dari penyelidikan menjadi penyidikan. Hingga Selasa 11 September 2018, polisi telah meriksa enam saksi dari unsur warga sekitar dan pihak rumah sakit, sedangkan saksi dari perusahaan jasa angkutan (transforter) limbah belum memenuhi panggilan.

"Perusahaan transforternya berasal dari Tanggerang, Banten, yakni PT Mahardika Handal Sentosa (MHS)," ujar Kepala Polres Karawang, Ajun Komisaris Besar, Slamet Waloya, saat mendatangi lokasi pembuangan limbah.

Menurut Kapolres, pihak rumah sakit bekerja sama dengan PT MHS dalam hal pemusnahan limbah medisnya. Namun ternyata limbah itu tidak dimusnahkan, malah dibuang ke kawasan hutan mangrove di wilayah Karawang.  "Kami sudah memanggil manajemen MHS, tetapi mereka tidak hadir. Kami sudah proaktif memproses kasua ini secara professional," kata Slamet Waloya.

Di tempat yang sama Kuasa Hukum Rumah Sakit Budi Asih, Hananta Yudha menjelaskan, pihak MHS sudah memberikan pernyataan, ada oknum di perusahaan mereka.



Putuskan kerjasama



Oknum itu, kata Hananta, mengangkut limbah dari Budi Asih pada Sabtu malam 8 September 2018 dengan volume limbah seberat 476 kilogram. "Limbah itu diambil Sabtu malam untuk dimusnahkan di Telukjambe Karawang," ungkap Hananta. Namun, sambung Hananta, pihak RS Budi Asih mendapat kabar buruk limbahnya malah dibuang ke hutan konservasi mangrove di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Karawang. "Kami sangat kecewa menerima kabar itu, Minggu pagi," ujar Hananta. 

Menurut dia, hal tersebut membuat Budi Asih sangat dirugikan oleh MHS. Atas kejadian tersebut, manajemen Budi Asih bahkan akan segera memutus hubungan kerjasama dengan MHS. Dijelaskan juga, RS Budi Asih sudah menjalin kerjasama dengan MHS sejak Januari 2018 dan akan berakhir Januari 2019. "Kendati masih ada sisa waktu kerja sama, RS Budi Asih akan memutus kontrak sampai di sini," kata Hananta menegaskan.***

Bagikan: