Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Limbah Medis di Hutan Mangrove Dikembalikan ke RS Budi Asih Bekasi

Dodo Rihanto
LIMBAH medis di kawasan hutan mangrove telah diangkat ke darat dan dipasangi garis polisi untuk dijadikan barang bukti, Senin 10 September 2018.*
LIMBAH medis di kawasan hutan mangrove telah diangkat ke darat dan dipasangi garis polisi untuk dijadikan barang bukti, Senin 10 September 2018.*

KARAWANG, (PR).- Tumpukan limbah medis yang mengotori kawasan hutan mangrove di Dusun Kepuh, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang segera diangkut ke Rumah Sakit Budi Asih, Bekasi. Namun demikian proses pengangkutan masih menunggu arahan dari pihak Kepolisian Resor Karawang kerena sekeliling limbah itu masih dipasang garis polisi (police line).

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat, Rosmalia Dewi, Senin 10 September 2018. "Berdasarkan sejumlah faktur dan kwitansi ikut terbuang bersama tumpukan limbah medis itu, kami memanggil pihak RS Budi Asih untuk diklarifikasi. Mereka mengaku limbah itu berasal dari rumah sakitnya," ujar Rosmalia.

Pihak rumah sakit, lanjutnya, bersedia mengakut kembali limbah-limbah itu untuk disimpan di dalam ruang isolasi. Namun, limbah medis yang dibuang sembarangan itu, harus diangkut oleh trasporter yang memiliki izin khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Ini kan limbah B3 (bahan beracun berbahaya) yang sifatnya infeksius. Kami tidak tahu terpapar virus atau bakteri apa. Pastinya bekas orang sakit," ujar Rosmalia.

Jika dibiarkan begitu saja, lanjutnya, dikhawatirkan penyakit yang ada di dalam limbah itu menular kepada warga, setempat.  Oleh sebab itu, limbah medis tersebut harus segera disingkirkan dari kawasan hutan.

Disebutkan juga, penanganan limbah medis itu akan melibatkan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Keberaihan (KLHK). Rencananya KLHK akan segera datang ke lokasi untuk memastikan apakah limbah itu sudah mencemari lingkungan sekitar atau belum.

"Karawang ini sebagai korban. Sebab, sumber limbah ada di Kabupaten Bekasi. Demikian pula kendaraan yang mengangkut limbah ini milik perisahaan yang berada di wilayah Tangerang," kata Rosmalia menerangkan.

Sementara itu, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan mengrove sudah mulai mengeluhkan bau limbah medis yang terbawa angin ke pemukiman mereka. "Semacam bau obat dan amis darah. Kami merasa mual dan pusing saat bau itu menyergap ke arah pemukiman kami," ujar salah seorang warga Dusun Kepuh, Amin.

Misterius, siapa yang membuang limbah medis ke hutan mangrove



Dihubungi terpisah, Wakil Kepala Polres Karawang, Komisaris Ryky Muharam menyebutkan, pihaknya telah memeriksa lima orang saksi dalam upaya pendalaman kasus pembungan limbah medis di kawasan hutan mangrove, Cilebar. Namun tak serang saksi pun yang melihat siapa yang membuang limbah itu ke pinggir aliran air hutan mangrove.

Namun demikian polisi menemukan petunjuk dalam kasus itu. Ada beberapa surat yang mencantumkan alamat dan mengarah kepada Rumah Sakit Budi Asih yang beralamat di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Atas dasar bukti permulaan itu, pihak kepolisian akan meminta keterangan dari pihak rumah sakit juga vendor rumah sakit, PT Mahardika Handal Sentosa yang berlokasi di Tangerang, Provinsi Banten. Pihak RS Budi Asih mempercayakan pengangkutan limbah medisnya ke perusahaan yang bergerak pada bidang angkutan darat tersebut.

"Petunjuknya sudah ada. Kami akan menelusuri petunjuk itu hingga menemukan fakta dalam kasus ini," kata Ryky, Senin.

Disebutkan, pelaku pembuang limbah secara sembarangan bisa dijerat Undang-Undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Limbah itu sudah kami angkat ke darat dan dipasangi garis polisi. Sebagian kecil kami ambil untuk diuji kandungannya di laboratorium," kata Ryky.***

Bagikan: