Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 20.8 ° C

Tanjakan Letter S, Lokasi Kecelakaan di Sukabumi Diakui Dishub Sangat Ekstrem

Ahmad Rayadie
PROSES pengangkatan bus, di Tanjakan Letter S memperoleh perhatian ratusan warga.*
PROSES pengangkatan bus, di Tanjakan Letter S memperoleh perhatian ratusan warga.*

PALABUHANRATU, (PR).- Polda Jawa Barat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)  di Kampung Bantar Selang, Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Minggu 9 September 2018.   Olah TKP terkait kecelakaan di Sukabumi yang melibatkan satu unit bus dengan 21 korban tewas dan 17 penumpang luka-luka.

Olah TKP melibatkan Dirlantas Mapolda Jabar,  Dinas Perhubungan Jawa Barat , dan tim Traffic Accident Analysis.

Tanjakan Letter S Cikidang, lokasi terperosoknya bus yang mengangkut karyawan dariKota Bogor itu diperiksa dengan menggunakan sistem TAA. 

Dengan menggunakan peralatan mutakhir,  diharapkan dapat mengungkap penyebab  bus rombongan wisata bernopol B 7025 SAG warna biru terjun bebas ke jurang. Seperti diberitakan sebelumnya, bus dalam kecalakaan di Sukabumi ini masuk hingga kedalaman 35 meter.

Hal tersebut diungkapkan  Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Tendhy Hendrayana saat menyaksikan proses evakuasi bangkai bus maut, di Tanjakan Letter S Cikidang.

"Memang benar jalur ini merupakan lintasan rawan terjadi laka lantas. Selain banyak kelokan,  banyak titik lintasan bercuram dan tanjakan serta turunan cukup tajam," katanya.

Tanjakan Letter S sangat ekstrem



Sebenarnya, kata Thendy Hendrayana, berbagai upaya meminimalisir laka lantas di lintasan menuju sejumlah objek wisata Cikidang -Palabuhanratu itu. Termasuk melakukan pemasangan lebih dari seratus rambu rambu peringantan di kawasan itu.

 "Kami telah memasang rambu rambu lalu-lintas dan peringatan disepanjang ruas jalan objek wisata untuk mengantisipasi laka lantas. Namun tetap saja, laka lantas terjadi kendati langkah pencegahan secara optimal telah kami lakukan.  Laka lantas dilokasi tersebut didominasi human error," katanya.  

Thendy Hendraya mengakui lintasan ini merupakan jalur sangat ekstrem. Selain  para pengemudi harus ekstra hati hati saat melintasi jalur. Juga kondisi kendaraan yang melintasi jalur Cibadak-Cikidang-Palabuhanratu harus benar-benar prima. 

"Tidak hanya handal dan mengetahui medan saat melintasi menuju objek wisata arung jeram. Tapi kondisi kendaraan harus benar prima, karena jalur tersebut bercuram, turunan dan tanjakan," katanya.



Wisata jangan jadi korban



Thendy mengatakan kendati jalur lintasan tersebut sangat rawan laka lantas, tapi tidak serta merta  mengorbankan kunjungan arus wisatawan ke lokasi wisata. Apalagi kawasan tersebut hampir setiap liburan panjang dan hari sabtu serta minggu selalu didatangi arus wisatawan. 

"Memang diperlukan ada penanganan khusus untuk mengantisipasi  agar tidak terjadi laka lantas terulang. Tapi penanganan jangan mengorbankan kunjungan wisata ke sejumlah objek wisata di sana," katanya.

Selain pembatasan jenis angkutan massa kendaraan,  akan ditempatkan personel gabungan untuk mencegah kendaraan besar bermuatan banyak penumpang melintasi jalur itu. Termasuk  perlu atau tidak pembahasan pemasangan portal pembatas agar kendaraan tertentu tidak melintasi lokasi rawan kecelakaan di Sukabumi. 

"Selain akan ada petugas gabungan yang berada di pos Elang  persis dipertigaan Cibadak-Cikidang mengawasi arus kendaraan. Juga ada pemandu di objek wisata dilokasi tertentu saat lara wisatawan yang menggunakan kendaraan besar tidak bisa melintasi," katanya.***

 

Bagikan: