Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 22.6 ° C

Ridwan Kamil: Kecelakaan di Sukabumi Belum Pasti karena Faktor Geografis

SEJUMLAH warga melihat sebuah mini bus berpenumpang wisatawan yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu 8 September 2018. Data Polres Sukabumi menyebutkan kecelakaan lalu lintas tunggal ini mengakibatkan 21 orang tewas dan 17 luka-luka berat dan ringan.*
SEJUMLAH warga melihat sebuah mini bus berpenumpang wisatawan yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu 8 September 2018. Data Polres Sukabumi menyebutkan kecelakaan lalu lintas tunggal ini mengakibatkan 21 orang tewas dan 17 luka-luka berat dan ringan.*

BANDUNG, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut berbela sungkawa atas peristiwa kecelakaan bus maut yang merenggut nyawa 21 penumpang di Cikidang Kabupaten Sukabumi. Kecelakaan di Sukabumi tersebut merupakan tragedi tunggal bus terperosok dalam jurang di tanjakan Leter S.

"Saya turut berduka cita atas kecelakaan itu, mudah-mudahan diberi ketabahan dan kesabaran. Ini sangat menyedihkan biasanya jarang terjadi kecelakaan di daerah itu" kata Emil, sapaan akrabnya, di Bandung, Sabtu 8 September 2018.

Emil telah meminta aparat setempat untuk memastikan evakuasi korban berjalan baik. Dari laporan sementara yang ia terima, dalam kecelakaan di Sukabumi tersebut ada indikasi karena rem blong dan kelalaian sopir. Untuk itu, Emil memerintahkan Dinas Perhubungan agar segera menyurati berupa sanksi tegas kepada perusahaan-perusahaan otobus.

"Saya memerintahkan juga Dishub agar menyurati perusahaan-perusahaan otobus. Untuk memeriksa kesehatan supir dan kalaikan kendaraannya karena ini ada indikasi rem blong," ujarnya.

Dengan begitu Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di tempat yang sama dan daerah lainnya.

"Mudah-mudahan warning dari saya ini ke depannya tidak terjadi lagi kecelakaan yang disebabkan kelalaian supir atapun sistem keamanan kendaraan," ucapnya.

Kontur tanjakan mirip Emen sebabkan kecelakaan di Sukabumi?



Selain itu, ada pula yang menyebut kecelakaan bus yang membawa rombongan karyawan perusahaan diler motor ini disebabkan oleh faktor geografis. Kontur jalan yang miring, menikung dan menanjak di daerah tersebut dikatakan mirip dengan jalan di tanjakan Emen Kabupaten Subang. Namun, Ridwan Kamil belum bisa menyimpulkan kecelakaan di Sukabumi itu disebabkan oleh faktor geografis.

"Saya belum paham apakah ini seperti di tanjakan Emen yang memang secara geografisnya sangat ekstrim, saya belum dapat laporan," tuturnya.

Namun begitu pihaknya akan segera menggelar rapat dengan Dishub Jabar dan pihak terkait lainnya untuk memastikan penyebab kecelakaan yang membawa penumpang 29 orang dan 2 orang supir serta kernet ini.

"Mengenai ini (faktor geografis) akan saya rapatkan dengan Dishub untuk memastikan ini apakah memang karena faktor tikungan tajam, kemiringan atau apapun. Kalau ternyata itu masalahnya kita akan ambil tindakan enjineringuntuk memperbaiki," ujarnya.

Saat ini korban meninggal dan luka-luka tengah ditangani intensif di RSUD Palabuhanratu.

"Rencana akan meninjau, kita lihat dulu," ucap Emil.***

Bagikan: